035. Aku dan Kenangan

Image result for kenangan

Hidup adalah perjalanan dan setiap perjalanan menyisakan kenangan, kenangan indah, kenangan luka, semua tersimpan dalam memory, pertanyaan selanjutnya adalah seberapa luas hati kita untuk merelakan kenangan yang pahit dan hanya menyimpan kenangan kenangan yang indah, mampukah kita melepas semuanya? mengganggap seolah oleh tidak pernah terjadi..

Saya adalah orang yang paling sulit move on, saya sulit sekali menganggap semua yang sudah berakhir ya berakhir, kata sahabat saya “lo mau busuk dengan masa lalu sist?” ketika suatu hari saya tidak ingin pergi dari satu ruang yang penuh dengan kenangan, yang saya merasa nyaman disana, yang saya merasa bahwa disana saya bisa bertemu dengan lelaki kesayangan saya, bahwa disana iya disana saya bisa bertemu dengannya lalu mengulang lagi semua tentang dia..

Sahabat saya bilang “Sist, lo tuh kaya berada di satu ruangan nyaman di sebuah cafe, menunggu seseorang dan pengan memiliki nih cafe, tapi asal lo tahu yah, ini cafe senyaman apapun milik orang, elo harus keluar dari sini, karena lampu akan dimatikan, toko akan ditutup. lo mau di seret keluar, di panggilin satpam buat ngusir elo, ditonton orang. Atau lo mau mati disini, membusuk? udah deh, keluar sekarang dengan elegant, dan lihat diluar sana ada matahari, atau bulan nanti malam, ada bis, ada kereta, ada pesawat yang bisa bawa elu ke cafe yang lebih bagus, meskipun gak ada cafe yang lebih bagus setidaknya lo gak mati membusuk disini

Mungkin ada benarnya untuk pergi meninggalkan kenangan seindah apapun hanya akan tinggal kenangan, saya akan datang sesekali ke cafe ini sekedar menikmati kenangan, menyeruput kopi, menikmati pisang goreng meski tanpa senja dimatamu, tapi saya tidak akan menetap disini, saya akan melangkah, memulai hidup yang baru, mungkin diujung bukit sana justru ada kamu … #nangis

-AIM-

034. Ada ALLAH …

Image result for ada allah

Ada Allah…

Jangan pada kecil hati. Ada Allah, jangan  putus asa. Ada Allah. Teruslah berbesar hati, dan berharap. Keajaiban itu ada. Pertolongan Allah tidak pernah terlambat. Yang sabar, yang ridho, yang ikhlas. Tunjukin aja dulu sama Allah, kita kuat…

Banyak merendah saja ke Allah. Jangan sampai ada pertanyaan yang mempertanyakan Kehendak dan Ketentuan Allah. Ridha saja. Merendahs aja, teruslah meminta ampun atas dosa sendiri. Jangan sampai menyalahkan keadaan juga dan orang lain yang menyebabkan semua ini terjadi. Bahkan Nabi Adam a.s dulu tidak menyalahkan Hawa. Dan Hawa tidak menyalahi Nabi Adam, keduanya, tidak juga nyalahin setan. Lebih milih minta ampun dan memohon rahmat-Nya saja.

Temukan Allah dan Kasih Sayang-Nya di tengah kesendirian, di tengah kejatuhan, di tengah kesusahan, kesulitan, kesedihan dan perihnya luka..

Di akhirat nanti Allah Memperlihatkan balasan-balasan kebaikan doa doa hamba-Nya ketika di dunia. Maka seorang hamba melihat bergunung-gunung kebaikan yang ga kehitung banyaknya. Bertanyalah ia kepada malaikat yang mengiringinya… “Gunung-gunung apakah itu?” Malaikat menjawab, “itu doa-doamu yang ketika di dunia tidak dikabulkan. Sekarang siap dicairkan untuk jadi kebaikan tambahan bagimu.”

Allah Terlalu Kaya untuk kita mintai jika hanya urusan dunia. Allah Terlalu Kuasa dengan limit yang kadang kita berikan ke Allah, kita juga secara akhlak harus lebih memberi kesempatan kepada Allah. Biarkan Allah Bekerja Mengatur tanpa diintervensi dengan keluhan dan ketidaksabaran. Allah sungguh sedang aturkan yang terbaik. Maka bersabarlah. Kehendak Allah, mestilah yang terbaik, walau hati dan pikiran, serta rasa kita, bilang pahit, cobalah rasakah indahnya bersama Allah dalam sabar.. ada ALLAH !!

Bersabarlah dalam berdoa dan menanti pertolongan Allah. Allah saja bersabar nunggu kita bertaubat. Asli Sabar Buanget Allah itu. Maka berilah Allah kesempatan. Sekali lagi, tunjukkan ke Allah, kita ini kuat, ridha, sabar, bisa menenangkan diri, ikhlas, menjalani dulu episode yang sedang digelar Allah. Seraya kita perbaiki ibadah kita, perbanyak doa-doa, amal saleh, dan tambah lagi ilmu kita tentang Allah, Rasul-Nya, Quran-Nya…

Satu hal… Buat kita yang hina dina ini… Diberi kesempatan berdoa saja, sudah merupakan anugerah tiada tara, diberi kesempatan bertaubat saja sudah sayang banget ALLAH sama kita jadi jangan tambah luka kita dengan membandingkan kita dengan orang lain, yang kita lihat belum tentu seperti yang kita bayangkan, jadi jangan bayangkan luka karena akan terluka, jauh jauh dari semua yang melukai, jauh kan diri, bawa diri menjauh sejauh yang kita mampu !!

Sekali lagi.. kamu tidak sendiri, ada ALLAH, ajari hati bahwa ada Allah, satu pesan lagi tinggalkan semua yang melukai, dan jangan bayangkan semua yang bisa melukai, jangan lihat, jangan kesana !!

-Hijrah Notes-

*potongan tulisan Ustdz YM*

 

027. Hijrah…

Image result for hijrah perempuan

Hijrah memang bukan jalan yang mudah, seperti bercocok tanam, menanam kebaikan sedikit demi sedikit seperti menanam tanaman tanaman kebaikan, ada yang tidak suka melihat tanaman saya tumbuh lalu menginjak injak benih yang saya tanam sebelum sempat saya memetik atau sekedar melihat hasilnya, buat mereka tidak ada kesempatan buat si pendosa untuk bertaubat, sekali salah salah, gak ada maaf, manusia kadang lebih kejam dari Allah..

Iya, hijrah ibarat bercocok tanam ditanah yang gersang, semua ada ujiannya, tanah harus gempur dulu sebelum basah dan siap ditanam, dan saya menanti hujan, yang entah kapan akan datang, karena Allah tak menjanjikan bahwa hujan akan datang, DIA hanya meminta saya tidak berhenti untuk berladang, dengan sabar dan shalat menanti hujan, lalu ada yang tidak suka melihat kesabaran saya, ia mengejek, mencela, mengatakan bahwa “sudah, gak usah hijrah, dosa lo udah gak bisa diampuni” astaghfirullah !! teganya manusia, si pendosa ini sedang mencari Allah, tolong bantu dengan ikut berdoa agar hujan cepat turun dan tanaman kebaikannya tumbuh subur, bisa kah?

Lalu saya akan terdiam, menghentikan cocok tanam saya, merasa lelah mencangkul dan menyiram karena merasa Allah sudah menghukum saya melalui omongannya, bahwa tanaman saya tak akan tumbuh, bahwa Allah tidak menerima taubat saya, dan saya terpuruk lagi ditengah ladang yang baru gempur, dan saya akan terpuruk merasa bahwa benih ini akan sia sia..

Saya lupa bahwa saya menanam kebaikan ini untuk Allah bukan untuk manusia, bukan untuk dunia, tapi untuk Allah.. dan mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat kata Allah..

Makanya di hadits pertama di kumpulan hadits arbain adalah tentang NIAT hijrah karena Allah, selalu ingatkan diri karena Allah, memang tidak mudah, karena dunia akan selalu membelokan niat, dan jangan katakan dirimu beriman jika tidak teruji, ini benar !! Maha Benar Allah dengan segala firmanNya, ketika kita berhijrah, dari mulai niat hingga hasil akan diuji, kenapa diuji?karena Allah sayang orang orang yang berhijrah, karena level tertinggi dari syurga adalah untuk orang orang ikhlas, dan ikhlas tergantung niat #nyes

Bumi ini adalah ujian, dan orang yang berhijrah akan diberikan ujian dengan ujian ujian yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, Masya Allah.. dan Allah ciptakan manusia lelah, bersusah payah, jadi jika hijrah itu berat itu udah benar, memang lelah, memang berat, memang tidak mudah, tapi kan ada Allah, minta tolong Allah… jangan jauh dari Quran, dan ingat bahwa setan akan punya banyak cara untuk membuat saya lelah, untuk menyesatkan saya, sedikit saja saya bergeser dari Allah dan Quran, setan masuk dengan lembut, mendorong saya untuk meninggalkan ladang kebaikan yang sedang saya tanam agar layu.

Duhai diri, teruslah berlari kepada Allah, teruslah membaca Quran, jangan lepas dzikir karena Allah sedang menyiapkan kita menjadi orang mulia, orang besar, menjadi orang yang kuat, yang didalam dirinya mengalir cinta pada Allah, mengalir kasih sayang Allah, nikmati pahitnya hijrah, sampai kapan? sampai napas ini berhenti, napas pasti akan berhenti, pasti !! besarnya balasan tergantung besarnya ujian, semua badai akan berlalu…

Semoga Allah menguatkan mereka yang sedang mencari Allah, memulikan hidup dan mati karena niatnya untuk mencari Allah,

Allah, kuatkan hamba yang kadang lemah atas ujian demi ujianMu.. #nangis

-Hijrah Notes-

015. Mall…

o-coffee-bookshop-facebook
– AIM –

Sudah lama sekali saya tidak ke mall, mungkin terakhir ke mall tahun lalu, karena sejak saya berkerudung panjang dan berproses hijrah saya tidak lagi mengunjungi tempat tempat yang mengingatkan saya pada kehidupan hedon jaman masih jahiliyah dulu, dan kemarin ada urusan sehingga saya kembali ke Mall…

Saya jadi ingat sekian tahun yang lalu mall pernah menjadi rumah kedua saya, pagi sebelum berangkat kerja saya ngeGym di mall, lunch saya makan di mall, sore hingga malam menjelang pulang mall menjadi tempat saya dan teman teman duduk disudut cafe untuk sekedar menyeruput secangkir kopi Gayo dan bergosip ria atau tertawa terbahak bahak tak berguna sama sekali hidup saya waktu itu, semua tentang dunia, tentang gaji, tentang mall mall baru yang rasanya wajib dikunjungi, tentang pakaian mahal, tas bermerk, high heals merk tertentu, parfume yang beraroma elegant, salon untuk urusan rambut dan wajah… Duh, ya Rabb rasanya bersyukur banget kini semua telah berubah atas izinMU yang Maha Baik.

Kini semua tinggal kenangan, waktu waktu tersisa di hidup saya insya Allah saya habiskan untuk berbakti pada suami, untuk menjaga kesucian dan kehormatan, tidak membiarkan satu jengkalpun dari tubuh saya terlihat oleh yang bukah mahrom saya kecuali yang biasa terlihat (wajah dan tangan), kini waktu waktu saya saya habiskan dari satu majlis ilmu ke majlis ilmu yang lain dengan kerudung panjang yang membuat saya nyaman, kini malam malam saya tak lagi diluar rumah tapi diatas sajadah, memohon ampunan atas masa masa hedon, belajar mengaji lagi, membetulkan tilawah, memperbanyak wirid, shalawat bersama para penduduk langit bertasbih..

Ah, sungguh benar ucapan guru mengaji saya bahwa hukuman yang terberat bagi para pencari dunia adalah, Allah tak mengizinkannya untuk menikmati indahnya ibadah, berdua dengan Allah dengan isak tangis jauh lebih indah dariapada tertawa terbahak bahak di cafe, sepi nya sama karena tertawa tak membuat kita tak kesepian, I’ve been there, justru hidup tak lagi sepi saat bersama Allah.. Irhamnna ya Rabb

-Hijrah Notes-

012. Melawan…

khazanah-memerangi-hawa-nafsu-388-l

Dunia nyaris menenggelamkan kita, etika mati, akidah dikebiri, tauhid terjajah, teknologi membutakan kita, cinta yang serba sruduk ala sinetron telah membuat kita terkungkung dalam hidup yang jauh dari Allah, iya dunia telah menjauhkan kita dari Allah, percaya atau tidak bahwa dunia semakin menjauhkan dari Allah, kita telah penuh dengan toleransi pada dunia bahwa kita harus hidup di zaman yang kita tak boleh ketinggalan, bahwa boleh lah sedikit sedikit ngulur waktu shalat atau gak ngaji, kan Allah juga tahu kalau kita sibuk, hello … !! ini dunia punya kita atau punya Allah, bisa kah kita hidup didunia ini tanpa Allah, bisakah?

Allah kasih kita 168 jam seminggu, jika menghitung harian terlalu berat, masa sih kita gak bisa belajar agama selama 2 jam di weekend kalau sehari hari kita sibuk, tidak bisakah kita belajar tajwid memperbaiki bacaan agar Allah bangga telah menciptakan kita, tidak bisa kah kita dalam waktu 168 jam ini bermuhasabah, puasa seminggu dua kali, senin kamis, bayangkan Rasul yang begitu sibuknya memimpin negara, memimpin umat, punya istri 9 orang dan Beliau masih belajar tentang mengenal Allah dari Jibril, ini kita pemimpin bukan, bos bukan, punya pasangan juga belum alias menjomblo tapi sudah sok sibuk sampai gak sempat ngaji, gak sempet liqo gak punya waktu belajar agama, apalagi ngaji.. Duuuaarrrr !! yang kaya gini bilang mencintai Allah dan pengen doanya diqobulkan segera, Hello …

Lawan dear, lawan semua kecintaan kita pada dunia, lawan semua yang menjauhkan kita dari Allah, semua orang boleh meninggalkan kita ketika kita mengejar Allah asalkan ada Allah, adalah yang lebih kita butuhkan untuk menjadi segalanya buat kita instead of Allah? adakah yang bisa membuat kita kaya selain Allah yang Maha Kaya, adalah yang mampu memberi kita ampunan selain yang Maha Mengampuni, adakah cinta yang lebih indah dari mencintai Allah, lalu mencintai ibadah ibadah, mencintai Al Quran..

Jika kita ingin menakar seberapa dalam cinta kita pada Allah, coba lihat seberapa cinta kita pada Al Quran, jika masih males ngaji dan tadabur? tahu kan jawabannya seberapa dalam cinta kita pada Allah.. masih juga merasa bahwa kita sudah dekat pada Allah sedang kita masih bisa melihat Al Quran cuma dilihat, gak pengen baca..

Dimana DIA dihati kita? mari belajar MELAWAN semua yang akan menjauhkan kita dari Allah, perang kalau perlu, jihad .. dan matilah dijalanNya, mulai dari sekarang !

-Hijrah Notes-

008. Me Time..

muslimah1

Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka DIA turunkan baginya bala penyesak dada dan penumpah airmata, agar dapat DIA dengarkan keluh sedunya. Sebab amat indah hati seorang hamba, yang takut tapi rindu, yang harap tapi malu, dan yang mencinta tapi merasa hina di hadapanNya.

Maka himpunlah semua duka dan galau kita, tumpahkan ia dalam sujud yang lama. Dan rasakan kesyahduan ketika kita luangkan waktu untuk diri, dengan mushaf tergenggam jemari, airmata mengaliri pipi, dan Allah hadir akbarNya dalam hati.

Duka hamba sejati, duka sedalam cinta, seperti diqasidahkan Imam Asy Syafi’i dengan merdu merasuk hati: “Pada sabar yang jelita, jalan keluar betapa dekatnya. Siapa merasai pengawasanNya, pasti selamat segalanya.” “Siapa jujur pada Allah takkan digapai bahaya. Dan siapa ber-asa padaNya, dia dapati Allah sesuai harapnya…

Semoga Allah menguatkan semua yang sedang diujiNya dibalasnya dengan kenikmatan dunia dan akhirat diujung napas…

@salimafillah

-Hijrah Notes-

006. Berujung Ikhlas

ikhlas.jpg

Hidup ini berat yah sis” bisik lirih seorang perempuan di sebelah saya, yang saya tahu persis bagaimana dia membetulkan dirinya setelah perjalanan panjang yang melelahkan menjadi perempuan metropolis lalu menjadi menjadi selebriti, kemudian Allah memilihnya menjadi satu perempuan yang berada di rel hijrah, pakaiannya berubah, dengan aurat tertutup rapat tak seperti dulu lagi, ia kini bergamis, jikapun mengenakan kemeja panjang bisa dipastikan menutup melewati pinggulnya, tak pernah lagi ia mengenakan celana panjang yang menyerupai laki laki… ah indahnya ketika saya melihatnya betul betul seperti melihat perhiasan dunia.

Hijrah berat ya sis” kembali diulanginya betapa berat berada di rel hijrah, karena masa lalu nya telah menjadi stempel di keningnya, meski saya tahu persis semua yang dibicarakan orang tentang dia tak semuanya benar, saya tahu persis bagaimana dia menjadi pergaulannya meski berada di dunia hedon, saya tahu persis bagaimana dia membawa diri meski begitu banyak orang yang memujanya, dan saya juga tahu bagaimana dia meninggalkan dunia hedon yang telah membesarkan namannya, ia tinggalkan semua pergaulan yang menjauhkannya dari Allah lalu memilih teman teman baru yang mendekatkan nya dari Allah, namun dunia ini panggung sandiwaran, dimana kita adalah tontonan bagi manusia lain, seberapapun kita berusaha menjadi baik tetap saja ada orang yang tidak suka dan menghujat kita bahwa hijrah ini pura pura, sementara.. ah seandainya semua orang mau melihat betapa berat langkahnya menuju ke level ini..

Hijrah memang bukan jalan yang mudah, karena yang kita tuju adalah Allah, yang kita tuju adalah tempat kepulangan terindah dan ternyaman, jika jalannya mudah mungkin semua orang sudah melakukannya, namun karena jalannya terjal menanjak tanpa jeda turun, maka lelah itu pasti.. belum lagi ditengah jalan dilempar kotoran oleh orang orang yang tidak suka kita berada dijalan ini.. terus gimana dong agar tetap meneruskan jalan, IKHLAS adalah kuncinya karena tanpa ikhlas semua menjadi berat, ikhlas karena ALLAH, karena Allah yang memanggil kita kembali kini dan nanti…

Bayangkan saja cintaNya, gantungkan saja semua padaNya, Ikhlaskan saja, tetap berucap  Alhamdulillah pada keadaan apapun, buat Allah semakin mencintai kita karena kita tak mengeluh, karena kita bersandar padaNya, karena kita tercipta hanya untukNya…

-Hijrah Notes-