034. Ada ALLAH …

Image result for ada allah

Ada Allah…

Jangan pada kecil hati. Ada Allah, jangan  putus asa. Ada Allah. Teruslah berbesar hati, dan berharap. Keajaiban itu ada. Pertolongan Allah tidak pernah terlambat. Yang sabar, yang ridho, yang ikhlas. Tunjukin aja dulu sama Allah, kita kuat…

Banyak merendah saja ke Allah. Jangan sampai ada pertanyaan yang mempertanyakan Kehendak dan Ketentuan Allah. Ridha saja. Merendahs aja, teruslah meminta ampun atas dosa sendiri. Jangan sampai menyalahkan keadaan juga dan orang lain yang menyebabkan semua ini terjadi. Bahkan Nabi Adam a.s dulu tidak menyalahkan Hawa. Dan Hawa tidak menyalahi Nabi Adam, keduanya, tidak juga nyalahin setan. Lebih milih minta ampun dan memohon rahmat-Nya saja.

Temukan Allah dan Kasih Sayang-Nya di tengah kesendirian, di tengah kejatuhan, di tengah kesusahan, kesulitan, kesedihan dan perihnya luka..

Di akhirat nanti Allah Memperlihatkan balasan-balasan kebaikan doa doa hamba-Nya ketika di dunia. Maka seorang hamba melihat bergunung-gunung kebaikan yang ga kehitung banyaknya. Bertanyalah ia kepada malaikat yang mengiringinya… “Gunung-gunung apakah itu?” Malaikat menjawab, “itu doa-doamu yang ketika di dunia tidak dikabulkan. Sekarang siap dicairkan untuk jadi kebaikan tambahan bagimu.”

Allah Terlalu Kaya untuk kita mintai jika hanya urusan dunia. Allah Terlalu Kuasa dengan limit yang kadang kita berikan ke Allah, kita juga secara akhlak harus lebih memberi kesempatan kepada Allah. Biarkan Allah Bekerja Mengatur tanpa diintervensi dengan keluhan dan ketidaksabaran. Allah sungguh sedang aturkan yang terbaik. Maka bersabarlah. Kehendak Allah, mestilah yang terbaik, walau hati dan pikiran, serta rasa kita, bilang pahit, cobalah rasakah indahnya bersama Allah dalam sabar.. ada ALLAH !!

Bersabarlah dalam berdoa dan menanti pertolongan Allah. Allah saja bersabar nunggu kita bertaubat. Asli Sabar Buanget Allah itu. Maka berilah Allah kesempatan. Sekali lagi, tunjukkan ke Allah, kita ini kuat, ridha, sabar, bisa menenangkan diri, ikhlas, menjalani dulu episode yang sedang digelar Allah. Seraya kita perbaiki ibadah kita, perbanyak doa-doa, amal saleh, dan tambah lagi ilmu kita tentang Allah, Rasul-Nya, Quran-Nya…

Satu hal… Buat kita yang hina dina ini… Diberi kesempatan berdoa saja, sudah merupakan anugerah tiada tara, diberi kesempatan bertaubat saja sudah sayang banget ALLAH sama kita jadi jangan tambah luka kita dengan membandingkan kita dengan orang lain, yang kita lihat belum tentu seperti yang kita bayangkan, jadi jangan bayangkan luka karena akan terluka, jauh jauh dari semua yang melukai, jauh kan diri, bawa diri menjauh sejauh yang kita mampu !!

Sekali lagi.. kamu tidak sendiri, ada ALLAH, ajari hati bahwa ada Allah, satu pesan lagi tinggalkan semua yang melukai, dan jangan bayangkan semua yang bisa melukai, jangan lihat, jangan kesana !!

-Hijrah Notes-

*potongan tulisan Ustdz YM*

 

027. Hijrah…

Image result for hijrah perempuan

Hijrah memang bukan jalan yang mudah, seperti bercocok tanam, menanam kebaikan sedikit demi sedikit seperti menanam tanaman tanaman kebaikan, ada yang tidak suka melihat tanaman saya tumbuh lalu menginjak injak benih yang saya tanam sebelum sempat saya memetik atau sekedar melihat hasilnya, buat mereka tidak ada kesempatan buat si pendosa untuk bertaubat, sekali salah salah, gak ada maaf, manusia kadang lebih kejam dari Allah..

Iya, hijrah ibarat bercocok tanam ditanah yang gersang, semua ada ujiannya, tanah harus gempur dulu sebelum basah dan siap ditanam, dan saya menanti hujan, yang entah kapan akan datang, karena Allah tak menjanjikan bahwa hujan akan datang, DIA hanya meminta saya tidak berhenti untuk berladang, dengan sabar dan shalat menanti hujan, lalu ada yang tidak suka melihat kesabaran saya, ia mengejek, mencela, mengatakan bahwa “sudah, gak usah hijrah, dosa lo udah gak bisa diampuni” astaghfirullah !! teganya manusia, si pendosa ini sedang mencari Allah, tolong bantu dengan ikut berdoa agar hujan cepat turun dan tanaman kebaikannya tumbuh subur, bisa kah?

Lalu saya akan terdiam, menghentikan cocok tanam saya, merasa lelah mencangkul dan menyiram karena merasa Allah sudah menghukum saya melalui omongannya, bahwa tanaman saya tak akan tumbuh, bahwa Allah tidak menerima taubat saya, dan saya terpuruk lagi ditengah ladang yang baru gempur, dan saya akan terpuruk merasa bahwa benih ini akan sia sia..

Saya lupa bahwa saya menanam kebaikan ini untuk Allah bukan untuk manusia, bukan untuk dunia, tapi untuk Allah.. dan mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat kata Allah..

Makanya di hadits pertama di kumpulan hadits arbain adalah tentang NIAT hijrah karena Allah, selalu ingatkan diri karena Allah, memang tidak mudah, karena dunia akan selalu membelokan niat, dan jangan katakan dirimu beriman jika tidak teruji, ini benar !! Maha Benar Allah dengan segala firmanNya, ketika kita berhijrah, dari mulai niat hingga hasil akan diuji, kenapa diuji?karena Allah sayang orang orang yang berhijrah, karena level tertinggi dari syurga adalah untuk orang orang ikhlas, dan ikhlas tergantung niat #nyes

Bumi ini adalah ujian, dan orang yang berhijrah akan diberikan ujian dengan ujian ujian yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, Masya Allah.. dan Allah ciptakan manusia lelah, bersusah payah, jadi jika hijrah itu berat itu udah benar, memang lelah, memang berat, memang tidak mudah, tapi kan ada Allah, minta tolong Allah… jangan jauh dari Quran, dan ingat bahwa setan akan punya banyak cara untuk membuat saya lelah, untuk menyesatkan saya, sedikit saja saya bergeser dari Allah dan Quran, setan masuk dengan lembut, mendorong saya untuk meninggalkan ladang kebaikan yang sedang saya tanam agar layu.

Duhai diri, teruslah berlari kepada Allah, teruslah membaca Quran, jangan lepas dzikir karena Allah sedang menyiapkan kita menjadi orang mulia, orang besar, menjadi orang yang kuat, yang didalam dirinya mengalir cinta pada Allah, mengalir kasih sayang Allah, nikmati pahitnya hijrah, sampai kapan? sampai napas ini berhenti, napas pasti akan berhenti, pasti !! besarnya balasan tergantung besarnya ujian, semua badai akan berlalu…

Semoga Allah menguatkan mereka yang sedang mencari Allah, memulikan hidup dan mati karena niatnya untuk mencari Allah,

Allah, kuatkan hamba yang kadang lemah atas ujian demi ujianMu.. #nangis

-Hijrah Notes-

025. Hening…

Image result for berdoa

Dari dulu saya selalu suka kata “Hening” buat saya kata ini oase yang menyejukan, iya hening adalah saat saya menghabiskan waktu diatas sajadah, hanya saya dan Allah, berbicara dalam, hening adalah saat saya berbincang dengan hati nurani saya, menanyakan pada hati apa yang sedang ia rasakan? rasa apa yang paling dominan muncul, marahkah? sedihkah? kecewakah? bahagiakah? terhimpitkah? sesakkah? takutkah? khawatirkah atas keadaan yang kadang hati nurani sendiri tidak pernah mengerti, inikah rasa yang dominan? rindukah? cintakah? kosongkah?

Kadang kita, terutama saya sangat menikmati saat saat hening ini, biasanya saya lakukan setiap habis shalat, atau di sepertiga malam, saat bumi pun hening, saat tidak ada yang bisa saya ajak bicara kecuali nurani saya sendiri, setelah satu rasa dominan saya dapatkan, maka waktunya saya berdialog dengan Allah, Tuhan saya yang selalu paham apa yang nurani saya rasakan, jika rindu yang dominan, maka saya doakan agar Allah menyampaikan rasa rindu ini, jika cinta yang dominan, saya serahkan pada pemilik cinta, karena cinta pada Allah harus diatas cinta cinta yang lain, ini tidak boleh tidak, wajib begini, karena hati saya adalah milik Allah, dan cinta yang ada diantara kami adalah titipan Allah, jika titipan maka atas kesadaran penuh saya akan bergantung pada pemilik hati saya, pemilik hati orang orang yang saya cintai karenaNYA

Allah Maha Tahu, dimana DIA kita letakan dihati kita, di level pertama atau kedua atau terakhir. Ketika saya berhijrah, yang pertama saya lakukan adalah menakar diri pada saat hening, menakar dan menilai lagi rasa takut saya pada Allah, rasa cinta saya pada Allah, pada Rasul, pada Quran, setelah semua cinta cinta ini terpenuhi, baru saya cintai suami saya dan anak anak karena Allah dan Rasul, bergantung dan berharap Allah ridho memberikan orang orang yang saya cintai ini menjadi bagian dari napas saya… lalu saya bersyukur mereka masih ada karena Allah, Allah yang hadirkan mereka dalam hidup saya, dalam perjalanan saya, dan salah satu cara mencinta ALLAH adalah dengan mensyukuri dan menjaga setiap pemberianNya. Dengan terus memupuk cinta yang Allah titipkan.

Saya belajar takut pada Allah pada saat HENING..

-Hijrah Notes-

024. Jangan Takut, Ada Allah..

quran-quotes-1

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan ketentuan-ketentuan atas makhluk-Nya limapuluh tahun sebelum mereka diciptakan”,  hadits ini menguatkan saya yang lemah, hadits ini harusnya menjadi pegangan bagi mereka yang beriman, bagi kita yang mengaku beriman kepada takdir baik dan buruk, life as simple as that.. #menasehatidiri

Jika yang menghidupkan, yang mematikan, dan yang memberi rezeki itu adalah Allah, lalu mengapa ada rasa takut kepada manusia, takut kepada takdir yang tak sesuai dengan keinginan, kenapa? Qadha itu sudah selesai diciptakan Allah, tidak ada sesuatu yang bergerak di dunia ini, kecuali atas izin Allah, termasuk apa apa yang terjadi pada kita, tugas kita apa? hanya beribadah, gak kerja? gak usaha? usaha yang pertama adalah ibadah, melibatkan Allah, nah kalau sudah melibatkan Allah terus yakin yang terjadi termasuk ikhtiar kita ada ditangan Allah, Allah yang atur, kan gitu yah? life as simple as that…

Mengapa harus risau, sedih, dan putus asa? Bukanlah depresi, insomania dan abses merupakan akibat dari putus asa dan ketakutan yang berlebihan untuk jatuh dan gagal? dimana jiwa kita yang mengaku beriman terhadap qadha dan qadhar..

Kekhawatiran, kecemasan, kegelisahan, dan ketakutan terhadap kemiskinan adalah bagian dari perdayaan setan kepada manusia, sebagaimana ditegaskan didalam Al-Qur’an: Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah/2:268). Kalau mau jadi temennya setan maka teruslah gelisah, bunuhlah jiwa dengan ketakutan, tapi apa iya kita mau ikut setan masuk neraka, setan tuh butuh teman memang, tapi kita orang yang beriman, JANGAN mau jadi temennya setan, cepet cepat taubat dan kembali hanging with ALLAH, bergantung jangan lepas..

Yang penting bagi kita, serahkan segalanya pada Allah, hilangkan sikap ketergantungan kepada makhluk dan mengalihkan sepenuhnya kepada Allah. Yang membuat kesuntukan dan kegusaran itu adalah bergantung kepada manusia lain, keinginan mencari simpati, mencari perhatian, keinginan dipuji, dan takut dihina dan dicela, ingin dibahagiakan. Kita perlu berusaha melapangkan hati. Jika hati sudah lapang maka semua problem menjadi kecil, seperti dikatakan oleh  Al-Mutanabbi dalam sebuah bait syairnya: “Masalah kecil menjadi besar di mata orang yang kecil, dan masalah besar menjadi kecil di mata orang besar”. #nyes !!

Yuk, lapangakan dada, terima saja, jalani saja.. ada Allah, makanya jangan jauh jauh dari Allah, terus dzikir, karena hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang, again life as simple as that ..

-Hijrah Notes-

023. Pengadilan

life

Hari ini saya ada urusan yang mengharuskan saya ke pengadilan, pengadilan agama tepatnya, tempat segala permasalahan dunia ada disini, masalah pernikahan, masalah anak, masalah waris, dan masalah masalah lain, berada disini, saya jadi merasa melihat dan berada di miniatur dunia, begitu banyaknya manusia dengan berbagai cerita lukanya pasti, dan bukan hanya cerita luka ada juga yang datang untuk mengukuhkan pernikahan.. ah dunia !!

Ada yang datang kesini untuk bersatu, dan ada yang datang kesini untuk berpisah…

Ada yang terluka, dan ada yang bahagia..

Ada yang menangis tak terima, ada yang mencoba untuk sabar dan menerima

Hidup selalu menampilkan dua sisi, selalu!! dan cara orang orang ini memaknai takdirnya sangat berbanding lurus dengan keimanannya, tapi satu hal yang harus dimaknai tentang takdir adalah, sabar tidak sabar pasti terjadi, ikhlas tidak ikhlas pasti harus kita genggam, seberat apapun, sepahit apapun, hanya keimanan yang membuatnya ringan atau berat, masalah dari segala masalahnya adalah soal PENERIMAAN, karena masalah seharusnya hanya sampai pada genggaman, toh mati tidak kita bawa ini masalah, gak ikut kekuburan malah, hanya sampai tenggorokan seiring dengan berhentinya napas, kan gitu yah?

Allah Maha Besar, kita teruji karena kita mampu, kan katanya hidupku, matiku hanya untuk Allah, artinya terserah Allah dong mau dibawa kemana hidup ini, maknai setiap takdir sebagai cara Allah mencintai kita, lagi pula kalau selalu bahagia kan kita kadang jauh sama Allah yah, nah setiap masalah datang, saatnya bermesraan dengan pemilik jiwa, syahdu penuh cinta dan kerinduan..

Allah Maha Adil dan Maha Pemilik Pengadilan hidup, jalani saja, cintai saja Allah, rindukan saya Allah, sujud saja terus, dzikir saja sebanyak banyaknya, maka tidak ada Illah selain Allah. Ini juga pelajaran di jalan hijrah saya, bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan selain Allah, soal di hina, dimaki, di gonggong itu hanya masalah dunia, tidak diterima, so what gitu loh, selagi masih punya Allah, tugas kita hanya ibadah dan ibadah..

-Hijrah Notes-

 

022. Sendiri..

hujan

Hari ini dari pagi hingga malam Jakarta nyaris tanpa matahari, hujan yang terus terusan turun menambah syahdu bumi, hawa dingin menyiksa tubuh, dua jaket menutupi kulit rasanya tak cukup untuk menghalau tusukan dinginnya udara, diluar juga sunyi, manusia bak terkubur ditelan sepi, saya jadi teringat dulu saat udara menusuk begini, saya akan mengajak sahabat saya Meutia untuk duduk disudut cafe, menyeruput secangkir kopi mahal lalu membiarkan mata kita berselancar memperhatikan orang yang lalu lalang, dengan berbagai tujuan dan kami yang sok tahu ini mencoba membaca pikiran dari para penghuni bumi Allah ini lalu membahasnya, sekedar menjadi cerita yang bisa kita share ditengah sengatan dingin, dan ini terjadi sejak kami masih kuliah di negeri salju dulu, sekian tahun yang lalu..

Banyak orang lalu lalang, banyak cerita yang tergambar tanpa terkata, ada yang berjalan sendirian, sekedar melihat lihat isi mall, ada yang duduk sendirian disudut sudut cafe dengan notebook masing masing seolah olah didalam notebook itu tersimpan sejuta hal yang bisa membahagiakannya, hehehe.. saya tidak ingin bercerita tentang mereka yang datang ke mall dengan keluarga, karena hidup mereka mungkin sudah sempurna, mungkin yah, kenyataan toh tak ada hidup yang sempurna, saya ingin mencoba membaca pikiran mereka yang datang sendirian ketempat keramaian, apa betul dengan datang ketempat keramaian mereka lalu bisa merasa ada yang menemani atau sekedar membunuh waktu? atau mungkin sama sama mencari mereka yang sendiri? Jomblo calling gitu yah.. duh !!

Apa benar kita pernah benar benar sendiri?

Padahal kan ada Allah yah? dan Allah sangat dekat dengan urat leher kita, dan Allah melihat dan Allah mendengar dan Allah memperhatikan kita, sedekat itu? iya sedekat itu, jadi jika kita merasa sendiri, merasa sepi, merasa tidak memiliki siapa siapa, artinya kita tidak paham dimana Allah kita tempatkan dihati kita? kita yang menjauh dari Allah dengan melupakannya, kita yang menarik diri dariNya lalu mencari dunia yang menurut kita bisa mengusir sepi kita… ehhmmm, kesepian adalah perasaan yang paling banyak membunuh manusia, karena harta tak mampu mengusir sepi.

Apa iya hanya sendiri adalah rasa yang membuat orang merasa kesepian?

Tidak, jawabannya absolutely tidak, karena begitu banyak orang yang merasa kesepian padahal dia berada ditengah keramaian, mengapa? karena tidak ada CINTA, yes !! cintalah yang membuat manusia ingin hidup, pertanyaan selanjutnya cinta yang bagaimana? banyak orang yang dicintai tapi tidak bahagia, mencintai tapi tak bahagia, banyak? banyak, karena apa, karena mereka tidak mencintai karena Allah, cintanya tidak untuk Allah, sehingga yang timbul adalah balas budi, hehehe, cinta balas budi maksudnya gimana sih? maksudnya jika kita memberi 10 maka kita merasa berhak menerima 20 atau minimal sama..

Yuk, belajar mencintai karena Allah, caranya? cintai Allah dulu.. dan Allah akan mendatangkan cinta, mengirimkan orang orang yang mencintai kita, mengelilingi kita dengan cinta, maka kesepian dalam kesendirian tak akan ada lagi, Allah datang bersama dengan orang orang yang mencintai kita dan kita cintai, ada yang lebih bahagia dari ini? TIDAK ADA .. pelajarannya adalah cintai Allah untuk mengusir sepi !!

Bagaimana cara mencintai ALLAH? tunggu tulisan saya berikut… -to be continued-

-Hijrah Notes-

020. Menikah …

3150557_201507081137560387

Dulu sebelum menikah, saya tidak pernah paham apa arti menikah yang sesungguhnya, menyatukan dua orang dari keluarga berbeda lalu bersatu dalam janji suci yang disaksikan oleh Allah dan para Malaikatnya? apa ini saya yang disebut menikah yaitu ijab qobul, ehhmmm rasanya lebih dari itu, menikah adalah menyatukan dua jiwa dalam ikatan halal dan suci, ibarat menyatunya darah dan daging, yang tak mungkin terpisahkan? kan darah dan daging tak mungkin terpisah, bagaimana memisahkannya coba? tapi ada saja mereka yang menikah lalu berpisah, belum tepat berarti analogi darah dan daging, jadi menikah itu apa? menyempurnakan separuh agama? Masya Allah, apa iya yang mereka yang sudah menikah lalu ibadahnya menjadi sempurna, lalu bagaimana dengan mereka yang tidak menikah hingga ajal memintanya kembali pulang…

Saya mencoba mentadaburi ayat ini “Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kamu pun  (para suami) adalah pakaian bagi mereka,” (QS. Al-Baqorah: 187) artinya saya adalah pakaian bagi suami saya dan suami saya adalah pakaian bagi saya, yang jika saya tidak menutupinya sempurna maka aib bagi suami saya, maka saya punya kewajiban untuk menyempurnakan pakaian suami saya, dengan akhlak yang baik, dengan ketaatan yang tinggi, dengan taqwa yang lebih dari kemarin, karena menikah seharusnya menjadi jembatan untuk saling mendekatkan diri pada Alla, jika kemarin shalat sendiri kini shalat berdua, jika kemarin yang membangunkan tahajud adalah alarm kita kecupan mesra di kening, dan dihiasi dengan segala keindahan dimata Allah *mohon pembaca yang belum menikah jangan bapper.. hehehe* semua ada waktunya yah.. akan datang masa semua menikah !!

Lalu apa menikah itu hanya berisi yang indah indah saja, tidak juga, memasuki bulan ke empat pernikahan saya, mulai terlihat berbagai kejutan yang selama ini tidak saya temui dari diri suami saya, dan kejutan kejutan yang pasti dari diri saya juga, karena kita berdua disatukan bukan karena kesempurnaan, tapi karena kita masing masing memiliki kekurangan lalu pernikahan menyempurnakan, gimana tuh? kekuarangan saya adalah kelebihan suami saya dan kekurangan suami saya adalah kelebihan bagi saya, yang harus saya berikan untuk menutupi kekuarangannya..

Pahami bahwa dalam pernikahan itu ada janji-janji suci. Janji kepada orang tua, janji kepada pasangan, janji kepada saksi-saksi dan seluruh orang yang menyaksikan pernikahan. Dan, yang paling utama adalah janji kepada Allah atas pernikahan tersebut. Janji pernikahan itu disebut dalam al-Qur’an sebagai mitsaqan ghaliza(janji yang teramat berat, Q.S Annisa 4: 21). Hanya ada tiga mitsaqan ghaliza yang disebut al-Qur’an. Jadi kalau ada suami atau istri yang meremehkan perjanjian ini, percayalah, dia tidak layak untuk diperjuangkan..

Tepatnya menikah adalah menikah memang tentang berbagi ruang, tepatnya adalah mengempeskan ego untuk berbagi, tanpa kemampuan mengempeskan ego, rumah tak akan menjadi tangga, karena kita dua manusia yang memiliki ego lalu disatukan untuk saling berbagi, agar saya bisa menjadi pakaian yang nyaman dipakai bagi suami dan suami menjadi pakaian yang indah menutupi kekurangan saya.

– Hijrah Notes-