037. Hingga Ujung Napas

Related image

Selama di perjalanan hijrah, Allah selalu mengatur saya untuk bertemu dengan orang orang yang kadang amazing buat saya, kadang saya tidak percaya dengan pertemuan demi pertemuan yang selalu membuat pikiran saya terbuka, yang selalu mengingatkan saya bahwa hijrah ini tidak mudah, hijrah ini berat, hijrah itu harus total, hijrah itu gak bisa separuh separuh, hijrah itu gak pake istirahat, hijrah itu fokus, dan saya belajar dari mereka yang Allah hadirkan disepanjang jalan hijrah saya..

Di Papua kemarin saya bertemu dengan seorang perempuan tangguh, perempuan yang mewakafkan dirinya untuk menjadi guru ngaji, untuk membangun puluhan liqo, untuk menjadi agent islam, untuk menjadi tangan Allah, dihamparan bumi, yang jauh disana, diujung Indonesia. Perempuan ini hijrah dari Makasar setelah suaminya pergi untuk selama lamanya karena pesawat yang dinaikinya jatuh dipegunungan wamena, bukan kesedihan yang berlarut larut ketika Allah memisahkannya dengan yang paling dicintainya, tapi ia berdiri tegak, menjihadkan jiwa dan raganya untuk mengajarkan islam di Papua.

Kak, bagaimana bisa menghapus airmata?” tanya saya, dan jawabnya membuat saya menangis “Ibadah tertinggi adalah ketika kita mampu memberikan yang paling kita cintai untuk Allah, ikhlas, kita hanya menjalani takdir, Allah uji dengan yang kita cintai” dan setiap kehilangan jika itu membuat kita mendekat pada Allah, kita tak kehilangan apapun, ujian jika tak membuat kita mendekat pada Allah, kita rugi !! katanya lagi, noted.. tamparan keras buat saya, sungguh, ini yang membuat perjalanan jauh ini menjadi begitu berarti.

Sepulang dari Papua, saya tiba tiba dihubungi oleh Peggy Melati Sukma, seorang artis yang hijrahnya sudah terdengar seantero negeri, Allah hadirkan saya dihadapannya untuk mendengarkan satu katu “Semua terserah Allah” ia bercerita tentang penyakitnya dan tentang dua kali gagalnya ia berumah tangga, kehilangan demi kehilangan membuatnya kuat, semua yang disayang olehnya diambil kembali oleh Allah, perpisahan telah mengubah paradigma hati nya bahwa tiada cinta selain Allah, tiada kekuatan selain Allah, tiada ada yang lain selain Allah,

Terbayang kan bagaimana masa lalunya tapi Allah mengubah hidupnya, mengubah perjalanannya yang kurang lebih sama dengan perjalanan hidup saya, “jangan berprasangka buruh pada Allah ya dek, semua hanya dunia, jangan sampai dunia membuat kita jauh dari Allah dengan terlalu takut kehilangannya, biarkan semua pergi asal Allah tidak pergi dari kita” duh !! tamparan kedua buat saya yang tiga bulan ini kerjaan saya hanya menangis, ah !!

STOP !! ini takdir, ini takdir, ini takdir… takdir tak akan meleset dari jalan hidup setiap hamba hambaNya yang beriman. Paham? PAHAM..apa yang dipahami? saya kurang mampu memaknai takdir, kurang iman ini mah, yuk kejar Allah dengan merangkak, dengan berjalan meski tertatih, karena jihad dan hijrah memang tak pernah mudah, ditinggalkan itu biasa dalam hijrah, dihina itu biasa dalam hijrah, untuk mengukur seberapa besar keinginan kita untuk mendekati Allah..

Hijrah memang tak mudah, menjaga hati tidaklah gampang, saya malu ketika mengaku beriman, ketika mengaku sedang hijrah tapi saya masih menangis untuk urusan sepele melihat perempuan itu memasang photo bahagia di semua lini socmed, di profile pict, saya menangisi status whatsapp yang meledek, ya ALLAH, kejamnya dunia, mungkin bukan dunia yang kejam tapi salah saya yang tak mampu menjaga hati agar tak terluka..

Bahagia untuk disyukuri bukan untuk di pamerkan -kata Aa Gym- bahagia sudah membuat dia lupa masalah AKHLAK, akhlak yang membuat kita paham bagaimana tidak melukai orang lain bukan? kita jaga, jika masih mampu melukai berarti belum baik akhlaknya, padahal yang paling dekat dengan Rasul di akhirat nanti adalah yang paling baik akhlaknya.. begitu kan yah? i have been there too, waktunya kita kembali ke Allah, waktunya bertaubat nasuha, dengan niat tidak saling menyakiti, dengan niat agar Allah mengampuni..

Saya lemah, bukan perihnya yang saya sesali, yang saya tangisi, tapi yang mereka lakukan sudah membuat saya yang lemah ini khufur nikmat, semoga Allah memberi ampunan pada saya yang sibuk menangis lupa tersenyum, sibuk terluka lupa bahagia, menjaga hati memang sulit karena kita tak bisa membuat orang lain menjaga hati kita, tak bisa berharap mereka tak menyakiti !! kecuali akhlak mereka sendiri.

Tinggalkan dunia, pikirkan umat, pikirkan umat, pikirkan umat, layaknya Rasul, urusan lain nanti Allah yang mengatur semua..

Terima kasih untuk semua yang mengingatkan saya bahwa ini dunia, dan dunia tak boleh membeli akhirat saya, yuk !! bangun, tegakkan badan.. jadihlah setangguh Aisyah, dakwah total mulai sekarang, siap? siap, Allah sudah menempatkan saya di jalur ini, Maha Baik Allah, jadilah tangan Allah, kaki Allah, mata Allah, telinga Allah.. Alhamdulillah.

@hijrahnotes

035. Aku dan Kenangan

Image result for kenangan

Hidup adalah perjalanan dan setiap perjalanan menyisakan kenangan, kenangan indah, kenangan luka, semua tersimpan dalam memory, pertanyaan selanjutnya adalah seberapa luas hati kita untuk merelakan kenangan yang pahit dan hanya menyimpan kenangan kenangan yang indah, mampukah kita melepas semuanya? mengganggap seolah oleh tidak pernah terjadi..

Saya adalah orang yang paling sulit move on, saya sulit sekali menganggap semua yang sudah berakhir ya berakhir, kata sahabat saya “lo mau busuk dengan masa lalu sist?” ketika suatu hari saya tidak ingin pergi dari satu ruang yang penuh dengan kenangan, yang saya merasa nyaman disana, yang saya merasa bahwa disana saya bisa bertemu dengan lelaki kesayangan saya, bahwa disana iya disana saya bisa bertemu dengannya lalu mengulang lagi semua tentang dia..

Sahabat saya bilang “Sist, lo tuh kaya berada di satu ruangan nyaman di sebuah cafe, menunggu seseorang dan pengan memiliki nih cafe, tapi asal lo tahu yah, ini cafe senyaman apapun milik orang, elo harus keluar dari sini, karena lampu akan dimatikan, toko akan ditutup. lo mau di seret keluar, di panggilin satpam buat ngusir elo, ditonton orang. Atau lo mau mati disini, membusuk? udah deh, keluar sekarang dengan elegant, dan lihat diluar sana ada matahari, atau bulan nanti malam, ada bis, ada kereta, ada pesawat yang bisa bawa elu ke cafe yang lebih bagus, meskipun gak ada cafe yang lebih bagus setidaknya lo gak mati membusuk disini

Mungkin ada benarnya untuk pergi meninggalkan kenangan seindah apapun hanya akan tinggal kenangan, saya akan datang sesekali ke cafe ini sekedar menikmati kenangan, menyeruput kopi, menikmati pisang goreng meski tanpa senja dimatamu, tapi saya tidak akan menetap disini, saya akan melangkah, memulai hidup yang baru, mungkin diujung bukit sana justru ada kamu … #nangis

-AIM-

034. Ada ALLAH …

Image result for ada allah

Ada Allah…

Jangan pada kecil hati. Ada Allah, jangan  putus asa. Ada Allah. Teruslah berbesar hati, dan berharap. Keajaiban itu ada. Pertolongan Allah tidak pernah terlambat. Yang sabar, yang ridho, yang ikhlas. Tunjukin aja dulu sama Allah, kita kuat…

Banyak merendah saja ke Allah. Jangan sampai ada pertanyaan yang mempertanyakan Kehendak dan Ketentuan Allah. Ridha saja. Merendahs aja, teruslah meminta ampun atas dosa sendiri. Jangan sampai menyalahkan keadaan juga dan orang lain yang menyebabkan semua ini terjadi. Bahkan Nabi Adam a.s dulu tidak menyalahkan Hawa. Dan Hawa tidak menyalahi Nabi Adam, keduanya, tidak juga nyalahin setan. Lebih milih minta ampun dan memohon rahmat-Nya saja.

Temukan Allah dan Kasih Sayang-Nya di tengah kesendirian, di tengah kejatuhan, di tengah kesusahan, kesulitan, kesedihan dan perihnya luka..

Di akhirat nanti Allah Memperlihatkan balasan-balasan kebaikan doa doa hamba-Nya ketika di dunia. Maka seorang hamba melihat bergunung-gunung kebaikan yang ga kehitung banyaknya. Bertanyalah ia kepada malaikat yang mengiringinya… “Gunung-gunung apakah itu?” Malaikat menjawab, “itu doa-doamu yang ketika di dunia tidak dikabulkan. Sekarang siap dicairkan untuk jadi kebaikan tambahan bagimu.”

Allah Terlalu Kaya untuk kita mintai jika hanya urusan dunia. Allah Terlalu Kuasa dengan limit yang kadang kita berikan ke Allah, kita juga secara akhlak harus lebih memberi kesempatan kepada Allah. Biarkan Allah Bekerja Mengatur tanpa diintervensi dengan keluhan dan ketidaksabaran. Allah sungguh sedang aturkan yang terbaik. Maka bersabarlah. Kehendak Allah, mestilah yang terbaik, walau hati dan pikiran, serta rasa kita, bilang pahit, cobalah rasakah indahnya bersama Allah dalam sabar.. ada ALLAH !!

Bersabarlah dalam berdoa dan menanti pertolongan Allah. Allah saja bersabar nunggu kita bertaubat. Asli Sabar Buanget Allah itu. Maka berilah Allah kesempatan. Sekali lagi, tunjukkan ke Allah, kita ini kuat, ridha, sabar, bisa menenangkan diri, ikhlas, menjalani dulu episode yang sedang digelar Allah. Seraya kita perbaiki ibadah kita, perbanyak doa-doa, amal saleh, dan tambah lagi ilmu kita tentang Allah, Rasul-Nya, Quran-Nya…

Satu hal… Buat kita yang hina dina ini… Diberi kesempatan berdoa saja, sudah merupakan anugerah tiada tara, diberi kesempatan bertaubat saja sudah sayang banget ALLAH sama kita jadi jangan tambah luka kita dengan membandingkan kita dengan orang lain, yang kita lihat belum tentu seperti yang kita bayangkan, jadi jangan bayangkan luka karena akan terluka, jauh jauh dari semua yang melukai, jauh kan diri, bawa diri menjauh sejauh yang kita mampu !!

Sekali lagi.. kamu tidak sendiri, ada ALLAH, ajari hati bahwa ada Allah, satu pesan lagi tinggalkan semua yang melukai, dan jangan bayangkan semua yang bisa melukai, jangan lihat, jangan kesana !!

-Hijrah Notes-

*potongan tulisan Ustdz YM*

 

032. Nikmat Sakit

Image result for muhasabah

Badan ini terasa semakin ringan, napas yang kadang sesak, membuat semua makanan yang masuk rasanya sia sia, rasanya seperti kapas, maka untuk menyiasatinya saya berpuasa, karena toh makan juga tak menambah berat, hehehe… seperti yakin bisa lari sekencang mungkin tapi apa daya untuk berdiri saja saya butuh usaha yang luar biasa, karena darah yang saya miliki mulai sering mengental kata dokter akibat asupan insulin yang kurang dari pangreas yang lumpuh. Dan ini menyebabkan saya lebih sering lemes dan rasanya mau pingsan..

Tapi untuk yang kesekian kalinya saya masih bisa tersenyum dan mengucap syukur masih diberikan napas setiap paginya. Untuk apa bernapas? ini pernah menjadi pertanyaan saya setiap pagi.. tapi sekarang tak saya pertanyakan lagi, karena Allah memberikan nikmat untuk waktu yang masih tersisa ini..

Terbesit untuk terus menulis, setiap hari kalau perlu seperti buku “Surat Kecil Untuk Tuhan” sedikit coretan untuk menumpahkan uneg uneg, atau sekedar melegakan napas, atau sekedar membuat beberapa catatan yang bisa dibaca oleh orang orang yang mencintai saya setelah saya tiada nanti, agar termotivasi diri ini bahwa saya sangat disayang dan sedang diperhatiin oleh Allah.

Nikmat Tuhan manakah yang sanggup hamba dustakan? mulai terasa firman ini sangat berarti untuk memupuk rasa syukur dalam keadaan seberat apapun, pada saat semua orang pergi, setidaknya saya punya Allah, penyakit boleh datang, orang boleh menghina saya, boleh meninggalkan saya, boleh meniadakan saya tapi selama masih ada Allah, everything gonna be okey, right?

Karena terus menangisi keadaan tak membuat pangreas saya sembuh, bahkan mau berteriak sakitpun, teriakan tak akan membuat darah saya normal, karena hati yang terluka menjadi pemicu semua organ ini menjadi tak berfungsi, apa mau berteriak sekeras kerasnya lalu semua orang tahu kalo ini sakit banget, dan membuat saya merasa perlu dikasihani bahwa saya ini lemah dan tidak berdaya? NO, cukup hanya Allah yang tahu, karena hanya Allah yang bisa menyembuhkan, jikapun tak sembuh, Allah memberi saya waktu untuk bermesraan denganNya..

Jadi sudah diam saja, perbanyak istigfar. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu… kata Allah begitu, ya begitu.. jalani saja, jikapun semua harus berakhir disini, setidaknya syarat dan ketentuan Allah sudah saya jalankan untuk sabar dan shalat !! kan gitu yah?

Saya sering sekali bermuhasabah di tengah malam tentang kematian saya suatu waktu nanti, rasanya kalo jiwa ini diambil pulang, pahala apa yang bisa dihisap, kebaikan apa yang bisa jadi penolong, amalan amalan apa yang akan meringankan pertanyaan pertanyaan alam kubur yang selalu diterangkan guru agama saat sekolah dasar dulu..

Irhamnna ya Allah, bagaimanapun keadaan pada saat kematian saya nanti, saya ingin pulang khusnul Khatimah, pada saat saya berada di level keimanan tertinggi meski tanpa pelukan lelaki kesayangan seperti janji diatas mimpi yang selama ini saya gantung dilangit, saya ingin pulang dalam kebaikan..

-Hijrah Notes-

031. Matahari Untuk Meutia

Related image

Pagi ini saya bertemu dengan Meutia, karena sudah seminggu ini saya mendengar dia sakit, dan seperti biasa setiap kali dia sakit, saya menjadi orang pertama yang akan ditelphone nya sebelum dia telphone dokternya #perempuan yang aneh, iya kadang saat sakit dan terbaring kita tak selalu membutuhkan dokter, kadang kita hanya membutuhkan seseorang yang ikhlas memberikan telingannya untuk mendengarkan kita berceloteh tentang ini yang sakit, itu yang luka, atau bahkan cukup diam sambil menikmati secangkir teh hangat dan beberapa potong pisang goreng..

Sesampai disana saya tidak menemui Meutia didepan pintu seperti biasa dia membukakan pintu plus senyum manisnya setiap kali saya datang, kali ini saya menemuinya terbaring ditempat tidur, tubuhnya melemah karena typus yang katanya sudah seminggu ini menyerang tubuh mungilnya, ah matanya cekung kurang tidur, ya Rabb, sembuhkan dia, saya jujur tidak tega melihatnya terbaring begini.. saya kehilangan Meutia yang dulu, yang selalu ceria, yang penuh semangat, yang penuh energy untuk hidup, bahkan dia yang selama ini memberikan saya energi untuk hidup lebih hidup..

Ya Rabb, beri dia kesempatan sekali lagi dan sekali lagi untuk melewati masa masa sulit dalam hidupnya, untuk melawan penyakitnya yang untuk kesekian kali nyaris merenggut nyawanya, untuk kuat, saya tahu persis perjalanan hidupnya, saya paham sekali perjuangannya untuk hidup, saya paham airmatanya, saya paham fisiknya yang lemah, saya paham orang yang satu persatu pergi dari hidupnya, saya paham kuatnya dia melewati semua yang sulit, saya paham bagaimana Meutia bertahan atas gelombang hebat, atau angin kencang..

Ya Rabb, beri dia kekuatan sekali lagi .. beri dia hidup sekali lagi, saya ingin melihatnya bahagia diujung napasnya “Sist, masih ingat mimpi aku kan?aku pengen meninggal didalam pelukan lelaki yang sangat aku cintai sist, meski bertemu hanya sedetik, sekedar melepaskan napas terakhir aku, pengen dia bisikin “jangan takut, tunggu saya disana””

Dan saya hanya bisa memeluknya, mungkin pelukan ini bisa membuatnya bernapas lebih lega, semoga tangisnya di bahu saya bisa sedikit meringankan bebannya..

Ya Rabb, jika ada satu doa saya yang hendak Engkau kabulkan, beri sahabat saya ini hidup sekali lagi, saya ingin melihatnya bahagia, saya ingin mimpinya jadi nyata tanpa hempasan hempasan lagi, sungguh saya tidak punya hati untuk melihatnya terluka seperti ini.. saya TIDAK SANGGUP !!

-Hijrah Notes-

 

030. Mengenal Allah

Image result for put allah first and you'll never be last

Sudah seminggu ini, saya mempelajari satu ilmu tentang “Makrifat Allah” ilmu mengenal Allah lebih dekat kali yah bahasa mudahnya, bagaimana saya memahami tentang sifat sifat Allah, keberadaan Allah dihati saya, dan menakar seberapa dalam saya mencintaiNya, seberapa pasrah nya saya menyerahkan hidup dan mati saya pada Allah, seperti yang biasa saya sebut sebut dalam 17 rakaat shalat saya setiap hari..

Setelah mengenal maka saya belajar untuk tawakal, dan dalam pemahaman saya, keberserahdirian atau tawakal atau kepasrahan seseorang yang bernama hamba adalah bentuk kasih sayang Allah yang tak terkira, saya gak bisa tawakal kalau Allah gak kasih saya petunjuk untuk tawakal, dan petunjuk datang karena Allah sayang saya, karena tidak setiap jiwa bisa melakukan ini, tidak setiap yang bernyawa dan mengaku hamba mampu memasrahkan jiwanya pada sang pemilik jika, karena ini masalah jiwa saya yang mampu tunduk dan patuh pada Allah..

Kesadaran penuh bahwa Allah mengontrol, merencanakan, menentukan, memutuskan, memelihara, membuat skenario hidup hamba hambaNya, dan rasanya saya akan merasa malu untuk ikut mengatur hidup saya dengan ketidak tahuan saya, berarti saya tidak menghormati Allah sebagai Tuhan saya, ini berhubungan dengan “La illah ha ilallah” manusia yang berhasrat ikut mengatur belum pasrah, berarti masih jauh dari Allah, masih berjarak, masih terbentengi,

Karena tawakal itu ketika saya menyerahkan hidup saya untuk diatur oleh Allah bukan mengatur, ditentukan bukan ikut menentukan, diberi bukan mengambil sendiri, serta digerakan bukan bergerak sendiri..

Benar pepatah tak kenal maka tak sayang, semakin kita mengenal Allah, semakin terasa bahwa Allah memandang dan mencintai kita seolah olah hanya kita yang cintaiNya, terasa tak ada yang lain, dan ini hanya bisa dirasakan ketika saya mampu melepas segala keinginan keinginan saya kecuali keinginan untuk selalu berdekatan dengan Allah, dan kehadiranNya utuh saya rasakan saat saya sendiri, saat semua orang tiada, hanya DIA yang ada …

Irhamnna ya Allah, ini saya yang ingin kembali..

-Hijrah Notes-

 

*cepat sembuh ya, agar bisa dakwah dan berlari hijrah*

029. Shalat Kerinduan

Image result for kerinduan shalat

Sore ini saya membaca kalimat ini disalah satu tagline buku yang sudah berulang saya baca, berulang ulang kalimat ini saya highlight tapi baru sore ini saya pahami, kalimat “Allah tidak pernah tidur” Allah bahkan tidak pernah mengantuk (Ayah Kursi)

Dan tiba tiba saya merasakan getaran halus mengingat kalimat itu, tiba tiba saya merasa sangat merindukan Allah, tiba tiba saya ingin shalat yang memang sudah memasuki waktu ashar, dan selama shalat indra saya terus bergemuruh, ada getaran yang sulit saya pahami, tiba tiba sungai diujung mata saya jebol dan saya menangis sejadi jadinya, betapa Allah dekat, betapa Allah tidak pernah tidur, kapanpun saya ingin menemuiNya, DIA ada, kemanapun saya memandang, DIA memandang saya dengan kasih sayangNya..

Dalam keadaan apapun Allah tahu, Allah tahu ketika saya tidak bisa berdiri saat badai menghantam hidup saya, Allah menyaksikan saat napas saya tiba tiba menjadi satu satu, Allah menjadi saksi saat fitnah, hinaan, luka yang tertoreh dalam. Allah menyaksikan kekhilafan kekhilafan yang berulang kali menjatuhkan saya, dan Allah tahu betapa saya mencoba bangkit setelah terjatuh, betapa saya mencari jalan bagaimana agar tak jatuh ke kesalahan yang sama.. ah saya manusia !!

Saya menangis, saya diam, saya menghayati tetes demi tetes air yang jatuh mengaliri pipi saya, suasana hati saya menjadi hening. Saya menyadari dosa dosa yang pernah ada, saya merenungi bagaimana sisa hidup saya yang mungkin tak akan lama lagi akan saya habiskan, dan pikiran pikiran ini terus sambung menyambung berbicara didada saya, dan saya tiba tiba merinding, bergetar.. Allah selalu punya cara untuk membuat saya kembali kepadaNya, menerima takdir yang selalu baik, selalu baik.. saya ajar hati saya bahwa takdirNya selalu baik, memuliakan, menjadi penyebab kembalinya jiwa jiwa yang kering..

Nangis … ya Rabb !!

Dan shalat saya kali ini menjadi shalat KERINDUAN pada pemilik jiwa saya, betapa saya lemah, geliat jiwa yang berujung pada pertaubatan, berlabuh pada muhasabah, ya Allah izinkan hamba mengenalMu disisa perjalanan hidup hamba, izinkan hamba berlari mengejar ketinggalan ketinggalan hamba, izinkan hamba terbang jika kaki hamba tak mampu lagi berlari, izinkan hamba merangkak, berjalan dan berlari ditengah beratnya napas hamba, izinkan hamba terus merasakan kehadiranMu, yang tak pernah tidur ..

-Hijrah Notes-