031. Matahari Untuk Meutia

Related image

Pagi ini saya bertemu dengan Meutia, karena sudah seminggu ini saya mendengar dia sakit, dan seperti biasa setiap kali dia sakit, saya menjadi orang pertama yang akan ditelphone nya sebelum dia telphone dokternya #perempuan yang aneh, iya kadang saat sakit dan terbaring kita tak selalu membutuhkan dokter, kadang kita hanya membutuhkan seseorang yang ikhlas memberikan telingannya untuk mendengarkan kita berceloteh tentang ini yang sakit, itu yang luka, atau bahkan cukup diam sambil menikmati secangkir teh hangat dan beberapa potong pisang goreng..

Sesampai disana saya tidak menemui Meutia didepan pintu seperti biasa dia membukakan pintu plus senyum manisnya setiap kali saya datang, kali ini saya menemuinya terbaring ditempat tidur, tubuhnya melemah karena typus yang katanya sudah seminggu ini menyerang tubuh mungilnya, ah matanya cekung kurang tidur, ya Rabb, sembuhkan dia, saya jujur tidak tega melihatnya terbaring begini.. saya kehilangan Meutia yang dulu, yang selalu ceria, yang penuh semangat, yang penuh energy untuk hidup, bahkan dia yang selama ini memberikan saya energi untuk hidup lebih hidup..

Ya Rabb, beri dia kesempatan sekali lagi dan sekali lagi untuk melewati masa masa sulit dalam hidupnya, untuk melawan penyakitnya yang untuk kesekian kali nyaris merenggut nyawanya, untuk kuat, saya tahu persis perjalanan hidupnya, saya paham sekali perjuangannya untuk hidup, saya paham airmatanya, saya paham fisiknya yang lemah, saya paham orang yang satu persatu pergi dari hidupnya, saya paham kuatnya dia melewati semua yang sulit, saya paham bagaimana Meutia bertahan atas gelombang hebat, atau angin kencang..

Ya Rabb, beri dia kekuatan sekali lagi .. beri dia hidup sekali lagi, saya ingin melihatnya bahagia diujung napasnya “Sist, masih ingat mimpi aku kan?aku pengen meninggal didalam pelukan lelaki yang sangat aku cintai sist, meski bertemu hanya sedetik, sekedar melepaskan napas terakhir aku, pengen dia bisikin “jangan takut, tunggu saya disana””

Dan saya hanya bisa memeluknya, mungkin pelukan ini bisa membuatnya bernapas lebih lega, semoga tangisnya di bahu saya bisa sedikit meringankan bebannya..

Ya Rabb, jika ada satu doa saya yang hendak Engkau kabulkan, beri sahabat saya ini hidup sekali lagi, saya ingin melihatnya bahagia, saya ingin mimpinya jadi nyata tanpa hempasan hempasan lagi, sungguh saya tidak punya hati untuk melihatnya terluka seperti ini.. saya TIDAK SANGGUP !!

-Hijrah Notes-

 

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s