030. Mengenal Allah

Image result for put allah first and you'll never be last

Sudah seminggu ini, saya mempelajari satu ilmu tentang “Makrifat Allah” ilmu mengenal Allah lebih dekat kali yah bahasa mudahnya, bagaimana saya memahami tentang sifat sifat Allah, keberadaan Allah dihati saya, dan menakar seberapa dalam saya mencintaiNya, seberapa pasrah nya saya menyerahkan hidup dan mati saya pada Allah, seperti yang biasa saya sebut sebut dalam 17 rakaat shalat saya setiap hari..

Setelah mengenal maka saya belajar untuk tawakal, dan dalam pemahaman saya, keberserahdirian atau tawakal atau kepasrahan seseorang yang bernama hamba adalah bentuk kasih sayang Allah yang tak terkira, saya gak bisa tawakal kalau Allah gak kasih saya petunjuk untuk tawakal, dan petunjuk datang karena Allah sayang saya, karena tidak setiap jiwa bisa melakukan ini, tidak setiap yang bernyawa dan mengaku hamba mampu memasrahkan jiwanya pada sang pemilik jika, karena ini masalah jiwa saya yang mampu tunduk dan patuh pada Allah..

Kesadaran penuh bahwa Allah mengontrol, merencanakan, menentukan, memutuskan, memelihara, membuat skenario hidup hamba hambaNya, dan rasanya saya akan merasa malu untuk ikut mengatur hidup saya dengan ketidak tahuan saya, berarti saya tidak menghormati Allah sebagai Tuhan saya, ini berhubungan dengan “La illah ha ilallah” manusia yang berhasrat ikut mengatur belum pasrah, berarti masih jauh dari Allah, masih berjarak, masih terbentengi,

Karena tawakal itu ketika saya menyerahkan hidup saya untuk diatur oleh Allah bukan mengatur, ditentukan bukan ikut menentukan, diberi bukan mengambil sendiri, serta digerakan bukan bergerak sendiri..

Benar pepatah tak kenal maka tak sayang, semakin kita mengenal Allah, semakin terasa bahwa Allah memandang dan mencintai kita seolah olah hanya kita yang cintaiNya, terasa tak ada yang lain, dan ini hanya bisa dirasakan ketika saya mampu melepas segala keinginan keinginan saya kecuali keinginan untuk selalu berdekatan dengan Allah, dan kehadiranNya utuh saya rasakan saat saya sendiri, saat semua orang tiada, hanya DIA yang ada …

Irhamnna ya Allah, ini saya yang ingin kembali..

-Hijrah Notes-

 

*cepat sembuh ya, agar bisa dakwah dan berlari hijrah*

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s