029. Shalat Kerinduan

Image result for kerinduan shalat

Sore ini saya membaca kalimat ini disalah satu tagline buku yang sudah berulang saya baca, berulang ulang kalimat ini saya highlight tapi baru sore ini saya pahami, kalimat “Allah tidak pernah tidur” Allah bahkan tidak pernah mengantuk (Ayah Kursi)

Dan tiba tiba saya merasakan getaran halus mengingat kalimat itu, tiba tiba saya merasa sangat merindukan Allah, tiba tiba saya ingin shalat yang memang sudah memasuki waktu ashar, dan selama shalat indra saya terus bergemuruh, ada getaran yang sulit saya pahami, tiba tiba sungai diujung mata saya jebol dan saya menangis sejadi jadinya, betapa Allah dekat, betapa Allah tidak pernah tidur, kapanpun saya ingin menemuiNya, DIA ada, kemanapun saya memandang, DIA memandang saya dengan kasih sayangNya..

Dalam keadaan apapun Allah tahu, Allah tahu ketika saya tidak bisa berdiri saat badai menghantam hidup saya, Allah menyaksikan saat napas saya tiba tiba menjadi satu satu, Allah menjadi saksi saat fitnah, hinaan, luka yang tertoreh dalam. Allah menyaksikan kekhilafan kekhilafan yang berulang kali menjatuhkan saya, dan Allah tahu betapa saya mencoba bangkit setelah terjatuh, betapa saya mencari jalan bagaimana agar tak jatuh ke kesalahan yang sama.. ah saya manusia !!

Saya menangis, saya diam, saya menghayati tetes demi tetes air yang jatuh mengaliri pipi saya, suasana hati saya menjadi hening. Saya menyadari dosa dosa yang pernah ada, saya merenungi bagaimana sisa hidup saya yang mungkin tak akan lama lagi akan saya habiskan, dan pikiran pikiran ini terus sambung menyambung berbicara didada saya, dan saya tiba tiba merinding, bergetar.. Allah selalu punya cara untuk membuat saya kembali kepadaNya, menerima takdir yang selalu baik, selalu baik.. saya ajar hati saya bahwa takdirNya selalu baik, memuliakan, menjadi penyebab kembalinya jiwa jiwa yang kering..

Nangis … ya Rabb !!

Dan shalat saya kali ini menjadi shalat KERINDUAN pada pemilik jiwa saya, betapa saya lemah, geliat jiwa yang berujung pada pertaubatan, berlabuh pada muhasabah, ya Allah izinkan hamba mengenalMu disisa perjalanan hidup hamba, izinkan hamba berlari mengejar ketinggalan ketinggalan hamba, izinkan hamba terbang jika kaki hamba tak mampu lagi berlari, izinkan hamba merangkak, berjalan dan berlari ditengah beratnya napas hamba, izinkan hamba terus merasakan kehadiranMu, yang tak pernah tidur ..

-Hijrah Notes-

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s