025. Hening…

Image result for berdoa

Dari dulu saya selalu suka kata “Hening” buat saya kata ini oase yang menyejukan, iya hening adalah saat saya menghabiskan waktu diatas sajadah, hanya saya dan Allah, berbicara dalam, hening adalah saat saya berbincang dengan hati nurani saya, menanyakan pada hati apa yang sedang ia rasakan? rasa apa yang paling dominan muncul, marahkah? sedihkah? kecewakah? bahagiakah? terhimpitkah? sesakkah? takutkah? khawatirkah atas keadaan yang kadang hati nurani sendiri tidak pernah mengerti, inikah rasa yang dominan? rindukah? cintakah? kosongkah?

Kadang kita, terutama saya sangat menikmati saat saat hening ini, biasanya saya lakukan setiap habis shalat, atau di sepertiga malam, saat bumi pun hening, saat tidak ada yang bisa saya ajak bicara kecuali nurani saya sendiri, setelah satu rasa dominan saya dapatkan, maka waktunya saya berdialog dengan Allah, Tuhan saya yang selalu paham apa yang nurani saya rasakan, jika rindu yang dominan, maka saya doakan agar Allah menyampaikan rasa rindu ini, jika cinta yang dominan, saya serahkan pada pemilik cinta, karena cinta pada Allah harus diatas cinta cinta yang lain, ini tidak boleh tidak, wajib begini, karena hati saya adalah milik Allah, dan cinta yang ada diantara kami adalah titipan Allah, jika titipan maka atas kesadaran penuh saya akan bergantung pada pemilik hati saya, pemilik hati orang orang yang saya cintai karenaNYA

Allah Maha Tahu, dimana DIA kita letakan dihati kita, di level pertama atau kedua atau terakhir. Ketika saya berhijrah, yang pertama saya lakukan adalah menakar diri pada saat hening, menakar dan menilai lagi rasa takut saya pada Allah, rasa cinta saya pada Allah, pada Rasul, pada Quran, setelah semua cinta cinta ini terpenuhi, baru saya cintai suami saya dan anak anak karena Allah dan Rasul, bergantung dan berharap Allah ridho memberikan orang orang yang saya cintai ini menjadi bagian dari napas saya… lalu saya bersyukur mereka masih ada karena Allah, Allah yang hadirkan mereka dalam hidup saya, dalam perjalanan saya, dan salah satu cara mencinta ALLAH adalah dengan mensyukuri dan menjaga setiap pemberianNya. Dengan terus memupuk cinta yang Allah titipkan.

Saya belajar takut pada Allah pada saat HENING..

-Hijrah Notes-

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s