023. Pengadilan

life

Hari ini saya ada urusan yang mengharuskan saya ke pengadilan, pengadilan agama tepatnya, tempat segala permasalahan dunia ada disini, masalah pernikahan, masalah anak, masalah waris, dan masalah masalah lain, berada disini, saya jadi merasa melihat dan berada di miniatur dunia, begitu banyaknya manusia dengan berbagai cerita lukanya pasti, dan bukan hanya cerita luka ada juga yang datang untuk mengukuhkan pernikahan.. ah dunia !!

Ada yang datang kesini untuk bersatu, dan ada yang datang kesini untuk berpisah…

Ada yang terluka, dan ada yang bahagia..

Ada yang menangis tak terima, ada yang mencoba untuk sabar dan menerima

Hidup selalu menampilkan dua sisi, selalu!! dan cara orang orang ini memaknai takdirnya sangat berbanding lurus dengan keimanannya, tapi satu hal yang harus dimaknai tentang takdir adalah, sabar tidak sabar pasti terjadi, ikhlas tidak ikhlas pasti harus kita genggam, seberat apapun, sepahit apapun, hanya keimanan yang membuatnya ringan atau berat, masalah dari segala masalahnya adalah soal PENERIMAAN, karena masalah seharusnya hanya sampai pada genggaman, toh mati tidak kita bawa ini masalah, gak ikut kekuburan malah, hanya sampai tenggorokan seiring dengan berhentinya napas, kan gitu yah?

Allah Maha Besar, kita teruji karena kita mampu, kan katanya hidupku, matiku hanya untuk Allah, artinya terserah Allah dong mau dibawa kemana hidup ini, maknai setiap takdir sebagai cara Allah mencintai kita, lagi pula kalau selalu bahagia kan kita kadang jauh sama Allah yah, nah setiap masalah datang, saatnya bermesraan dengan pemilik jiwa, syahdu penuh cinta dan kerinduan..

Allah Maha Adil dan Maha Pemilik Pengadilan hidup, jalani saja, cintai saja Allah, rindukan saya Allah, sujud saja terus, dzikir saja sebanyak banyaknya, maka tidak ada Illah selain Allah. Ini juga pelajaran di jalan hijrah saya, bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan selain Allah, soal di hina, dimaki, di gonggong itu hanya masalah dunia, tidak diterima, so what gitu loh, selagi masih punya Allah, tugas kita hanya ibadah dan ibadah..

-Hijrah Notes-

 

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s