022. Sendiri..

hujan

Hari ini dari pagi hingga malam Jakarta nyaris tanpa matahari, hujan yang terus terusan turun menambah syahdu bumi, hawa dingin menyiksa tubuh, dua jaket menutupi kulit rasanya tak cukup untuk menghalau tusukan dinginnya udara, diluar juga sunyi, manusia bak terkubur ditelan sepi, saya jadi teringat dulu saat udara menusuk begini, saya akan mengajak sahabat saya Meutia untuk duduk disudut cafe, menyeruput secangkir kopi mahal lalu membiarkan mata kita berselancar memperhatikan orang yang lalu lalang, dengan berbagai tujuan dan kami yang sok tahu ini mencoba membaca pikiran dari para penghuni bumi Allah ini lalu membahasnya, sekedar menjadi cerita yang bisa kita share ditengah sengatan dingin, dan ini terjadi sejak kami masih kuliah di negeri salju dulu, sekian tahun yang lalu..

Banyak orang lalu lalang, banyak cerita yang tergambar tanpa terkata, ada yang berjalan sendirian, sekedar melihat lihat isi mall, ada yang duduk sendirian disudut sudut cafe dengan notebook masing masing seolah olah didalam notebook itu tersimpan sejuta hal yang bisa membahagiakannya, hehehe.. saya tidak ingin bercerita tentang mereka yang datang ke mall dengan keluarga, karena hidup mereka mungkin sudah sempurna, mungkin yah, kenyataan toh tak ada hidup yang sempurna, saya ingin mencoba membaca pikiran mereka yang datang sendirian ketempat keramaian, apa betul dengan datang ketempat keramaian mereka lalu bisa merasa ada yang menemani atau sekedar membunuh waktu? atau mungkin sama sama mencari mereka yang sendiri? Jomblo calling gitu yah.. duh !!

Apa benar kita pernah benar benar sendiri?

Padahal kan ada Allah yah? dan Allah sangat dekat dengan urat leher kita, dan Allah melihat dan Allah mendengar dan Allah memperhatikan kita, sedekat itu? iya sedekat itu, jadi jika kita merasa sendiri, merasa sepi, merasa tidak memiliki siapa siapa, artinya kita tidak paham dimana Allah kita tempatkan dihati kita? kita yang menjauh dari Allah dengan melupakannya, kita yang menarik diri dariNya lalu mencari dunia yang menurut kita bisa mengusir sepi kita… ehhmmm, kesepian adalah perasaan yang paling banyak membunuh manusia, karena harta tak mampu mengusir sepi.

Apa iya hanya sendiri adalah rasa yang membuat orang merasa kesepian?

Tidak, jawabannya absolutely tidak, karena begitu banyak orang yang merasa kesepian padahal dia berada ditengah keramaian, mengapa? karena tidak ada CINTA, yes !! cintalah yang membuat manusia ingin hidup, pertanyaan selanjutnya cinta yang bagaimana? banyak orang yang dicintai tapi tidak bahagia, mencintai tapi tak bahagia, banyak? banyak, karena apa, karena mereka tidak mencintai karena Allah, cintanya tidak untuk Allah, sehingga yang timbul adalah balas budi, hehehe, cinta balas budi maksudnya gimana sih? maksudnya jika kita memberi 10 maka kita merasa berhak menerima 20 atau minimal sama..

Yuk, belajar mencintai karena Allah, caranya? cintai Allah dulu.. dan Allah akan mendatangkan cinta, mengirimkan orang orang yang mencintai kita, mengelilingi kita dengan cinta, maka kesepian dalam kesendirian tak akan ada lagi, Allah datang bersama dengan orang orang yang mencintai kita dan kita cintai, ada yang lebih bahagia dari ini? TIDAK ADA .. pelajarannya adalah cintai Allah untuk mengusir sepi !!

Bagaimana cara mencintai ALLAH? tunggu tulisan saya berikut… -to be continued-

-Hijrah Notes-

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s