021. Izinkan Aku

menikah-1

Cinta,

Izinkan aku menjadi rumah bagimu, tempatmu pulang, tempatmu seharusnya berada dan kembali saat penat memenuhi isi kepalamu, biarkan aku meluruhkan segala yang lelahmu setelah seharian bekerja, setelah seharian mencari nafkah, aku ingin menjadi penyejuk hatimu, aku ingin pelukanku menjadi air peluruh dahaga, aku ingin mencuri lelahmu dengan ciuman di keningmu. Jadikan aku rumah yang keramahannya selalu kamu rindukan, yang tak pernah bosan kita tata isinya.

Izinkan aku menjadi kamar bagimu, tempat tidak ada siapapun kecuali kita berdua, jadikan setiap pelukanmu di tubuhku menjadi jejak jejak kebahagiaan yang akan terus kita rindukan, jadikan bau tubuhku sebagai tempat pelarian bagimu dari setiap kejenuhan dan kepenatan dunia, pelepasan dari semua yang memberatkan dunia, jadikan kamar kita sebagai tempat sembunyi dari kejaran dunia yang seakan tiada habisnya, kita lelah, kitap pernah lelah, dan peluklah aku dan rasakan bagaimana bau tubuh kita saling melepaskan lelah.. kita nyaris tidak lagi tahu harus berlari kemana untuk urusan dunia, dan izinkan aku menjadi kamar gelapmu, yang kita tak perlu cahaya untuk bisa saling melihat rasa, karena rasa tak bisa dikatakan, hanya bisa dirasakan..

Izinkan cintaku menjadi hujan bagimu, yang selalu menyejukan, yang bunyinya indah, yang gemericiknya syahdu, yang ketika kamu menatap setiap jatuhnya maka hatimu yang gersang akan menjadi teduh, kelembutannya tak pernah menyakitkan, dan akan menyuburkan semua yang ada dibumi seperti cinta kita yang terus kita suburkan, kita siram lagi, kita biarkan tumbuh dan tumbuh hingga menjadi taman yang indah.

Sayang, kamu masih ingat pertama kali kita bertemu dan pertama kami kita jatuh cinta? kemudian atas nama Allah kita sucikan cinta kita dalam ikatan pernikahan, bagaimana takutnya kita terpisah? saat itu kita seperti menemukan sesuatu yang selama ini kita cari, kita jatuh cinta setiap hari dan berulang ulang dengan cinta yang berbeda, dengan rasa yang terus tumbuh… kamu adalah jawaban dari doa doa panjang saya selama ribuan malam, dan aku adalah warna yang selama ini kamu cari ditengah kehampaan hitam putih hidupmu..

Maka izinkan aku untuk terus mencintaimu, dan izinkan aku menulis cerita kita, karena akan terus ada elegi baru untuk dituliskan, hingga napas saya berhenti, hingga jantungmu berhenti berdetak… terima kasih sudah menjadi dunia saya, dan jika dunia saya habis, carilah saya di akhirat nanti untuk kembali menjadi bidadarimu, menjadi akhiratmu, kita akan abadi disana dalam balutan cinta.

From your lovely wife …

23/6/2016 now 23/10/2016

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s