019. Terima Diri..

life-quotes

Kita tidak perlu menjadi orang lain, kita cukup menjadi diri kita sendiri. Kalau kita harus membandingkan-bandingkan, cukuplah membandingkan diri kita hari ini dengan diri kita yang kemarin, yang harusnya menjadi lebih baik, karena jika tidak lebih baik maka rugi waktu yang kita lewati.. kan gitu yah?

Kita tidak membutuhkan penerimaan dari semua orang, apalagi mengorbankan diri dengan menjadi seperti yang orang lain inginkan hanya agar bisa diterima oleh semua orang sementara kita tidak bisa menerima diri kita sendiri. Kita lah yang seharusnya paling bisa menerima diri kita sendiri, bukan orang lain, masa lalu yang mungkin kelam, segala kekurangan dan kelebihan kita hari ini, segala ujian dan nikmat yang datang, bentuk fisik dan keadaan yang ada pada kita bukankah hal yang paling sulit, penyakit yang sudah menempel di tubuh, TERIMA !! karena terima gak terima dia tetap ada ditubuh kita sebagai bagian dari pemberikan Allah.

Kalau nanti diperjalanan kita bertemu dengan orang-orang yang memandang sebelah mata, kepada apa yang kita miliki dan tidak kita miliki, kepada pekerjaan, kepada nasab, kepada fisik, kepada segala hal yang selama ini membuat kita berbeda dengan orang lain. Teruslah berjalan. Karena semakin lama kita mendengarkan perkataannya, semakin lama kita menatap matanya, kita akan semakin merasa seperti apa yang orang itu bilang, padahal hidup bukan tentang manusia menilai kita tapi tentan Allah menilah kita, Allah ciptakan kita bukan untuk diratapi tapi untuk di syukuri, semua orang punya dosa, semua orang punya kekurangan, semua orang punya ujian, semua punya seperti yang kita punya hanya caranya beda, perjalanannya beda, bentuknya beda. Maha Adil Allah…

Penolakan orang lain memang menyakitkan tapi sungguh tidak ada yang lebih berat dan menyakitkan selain penolakan dari diri kita sendiri. Padahal sampai mati nanti, kita akan hidup dalam tubuh ini dan didalam jiwa ini, suatu ketika kita harus mempertanggungjawabkan semua itu.

Bukankah berat, menjadi diri sendiri? apalagi menjadi orang lain, ingat bahwa ketika kita digigit anjing kita tak harus menggigitnya lagi untuk menyatakan bahwa kita lah jagoannya, bahwa kita benar !! 

-Hijrah Notes-

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s