016. Ruang Sendiri

miss-you-16a

Beri aku kesempatan
‘Tuk bisa merindukanmu
(Jangan datang terus)

Beri juga aku ruang
Bebas dan sendiri
(Jangan ada terus)

Aku butuh tahu seberapa kubutuh kamu
Percayalah rindu itu baik untuk kita

Akhir akhir ini sering dengar lagu Tulus judulnya “Ruang Sendiri” kira kira syairnya seperti diatas, dimana sepasang kekasih juga butuh ruang untuk sendiri sendiri, terus kalau sudah menikah masih kah kita butuh ruang untuk sendiri? pasti butuh, karena sepasang kekasih juga tak selalu bersama, bahwa saya tidak 24 jam bersama suami, ada saat kita saling memberi ruang untuk berjauhan, untuk berada ditempat yang berbeda, untuk berada didimensi yang berbeda, eh koq dimensi yah? bukan berarti berpisah, hanya sekedar untuk saling merasakan apa artinya rindu, cinta itu ada karena ada rindu yang memporak porandakan hati, bukan luka tapi indah, tapi bahagia, tapi bergetar, tapi berdesir..

Saya jadi ingat ketika Rasul meminta izin kepada Khadijah untuk Uzlah ke Gua Hira mencari ketenangan karena dunia sudah membuat kekasih Allah ini tak bisa berpikir jernih, di buku “Khadijah” dituliskan bahwa Khadijahlah yang meminta Rasul untuk mencari ketenangan, bahkan disebutkan Khadijah yang mempersiapkan semua bekal, lalu membawakan makan siang, betapa indahnya sepasang kekasih yang terpisah karena cinta, karena saat berjauhan kita bisa saling menitipkan kekasih kita pada Allah, pada pemilik segala cinta, penggenggam hati, mendekat karena Allah dan berjauhan karena Allah inilah mencintai karena Allah dan untuk Allah, kan gitu yah?

Baik buruk perubahanku
Tak akan kau sadari
(Kita berevolusi)

Bila kita ingin tahu
Seberapa besar rasa yang kita punya
Kita butuh ruang

Saya belajar banyak dari satu rasa bernama Rindu, bahwa hidup memang tak selalu bisa bersama bahkan dengan seseorang yang telah dihalalkan atas saya, saya tetap butuh rasa itu, lalu bagaimana bisa merasakan rindu jika tak ada ruang untuk berpisah sesaat berjauhan sejenak, untuk saling merasakan getaran, merasakan deg degan menunggu kabar, merasakan khawatir karena tak tahu dia ada dimana dan dengan siapa? hehehe.. singkirkan jauh jauh pertanyaan dengan siapa, karena cemburu itu hanya akan membakar dan setiap yang terbakar akan hangus lalu hilang, jika dia mencintai saya dan saya mencintainya tanpa perlu dicemburui kita akan saling menjaga cinta itu, berjauhan bukan untuk saling membakar atau saling berprasangka buruk tapi untuk saling merasakan syahdunya rindu dan menakar seberapa besar cinta ini..

ah, indahnya rindu … saling menitipkan doa lewat bibir yang basah karena do’a adalah yang diucapkan saat berada diruang rindu, diruang sendiri, di dimenasi yang berbeda. Jika saya tiada suatu hari ini, kamu masih punya rindu yang bisa dititipkan lewat Allah.

Anyway, I am a fish of water without you .. #tetepgakbisanapas

-Hijrah Notes-

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s