015. Mall…

o-coffee-bookshop-facebook
– AIM –

Sudah lama sekali saya tidak ke mall, mungkin terakhir ke mall tahun lalu, karena sejak saya berkerudung panjang dan berproses hijrah saya tidak lagi mengunjungi tempat tempat yang mengingatkan saya pada kehidupan hedon jaman masih jahiliyah dulu, dan kemarin ada urusan sehingga saya kembali ke Mall…

Saya jadi ingat sekian tahun yang lalu mall pernah menjadi rumah kedua saya, pagi sebelum berangkat kerja saya ngeGym di mall, lunch saya makan di mall, sore hingga malam menjelang pulang mall menjadi tempat saya dan teman teman duduk disudut cafe untuk sekedar menyeruput secangkir kopi Gayo dan bergosip ria atau tertawa terbahak bahak tak berguna sama sekali hidup saya waktu itu, semua tentang dunia, tentang gaji, tentang mall mall baru yang rasanya wajib dikunjungi, tentang pakaian mahal, tas bermerk, high heals merk tertentu, parfume yang beraroma elegant, salon untuk urusan rambut dan wajah… Duh, ya Rabb rasanya bersyukur banget kini semua telah berubah atas izinMU yang Maha Baik.

Kini semua tinggal kenangan, waktu waktu tersisa di hidup saya insya Allah saya habiskan untuk berbakti pada suami, untuk menjaga kesucian dan kehormatan, tidak membiarkan satu jengkalpun dari tubuh saya terlihat oleh yang bukah mahrom saya kecuali yang biasa terlihat (wajah dan tangan), kini waktu waktu saya saya habiskan dari satu majlis ilmu ke majlis ilmu yang lain dengan kerudung panjang yang membuat saya nyaman, kini malam malam saya tak lagi diluar rumah tapi diatas sajadah, memohon ampunan atas masa masa hedon, belajar mengaji lagi, membetulkan tilawah, memperbanyak wirid, shalawat bersama para penduduk langit bertasbih..

Ah, sungguh benar ucapan guru mengaji saya bahwa hukuman yang terberat bagi para pencari dunia adalah, Allah tak mengizinkannya untuk menikmati indahnya ibadah, berdua dengan Allah dengan isak tangis jauh lebih indah dariapada tertawa terbahak bahak di cafe, sepi nya sama karena tertawa tak membuat kita tak kesepian, I’ve been there, justru hidup tak lagi sepi saat bersama Allah.. Irhamnna ya Rabb

-Hijrah Notes-

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s