012. Melawan…

khazanah-memerangi-hawa-nafsu-388-l

Dunia nyaris menenggelamkan kita, etika mati, akidah dikebiri, tauhid terjajah, teknologi membutakan kita, cinta yang serba sruduk ala sinetron telah membuat kita terkungkung dalam hidup yang jauh dari Allah, iya dunia telah menjauhkan kita dari Allah, percaya atau tidak bahwa dunia semakin menjauhkan dari Allah, kita telah penuh dengan toleransi pada dunia bahwa kita harus hidup di zaman yang kita tak boleh ketinggalan, bahwa boleh lah sedikit sedikit ngulur waktu shalat atau gak ngaji, kan Allah juga tahu kalau kita sibuk, hello … !! ini dunia punya kita atau punya Allah, bisa kah kita hidup didunia ini tanpa Allah, bisakah?

Allah kasih kita 168 jam seminggu, jika menghitung harian terlalu berat, masa sih kita gak bisa belajar agama selama 2 jam di weekend kalau sehari hari kita sibuk, tidak bisakah kita belajar tajwid memperbaiki bacaan agar Allah bangga telah menciptakan kita, tidak bisa kah kita dalam waktu 168 jam ini bermuhasabah, puasa seminggu dua kali, senin kamis, bayangkan Rasul yang begitu sibuknya memimpin negara, memimpin umat, punya istri 9 orang dan Beliau masih belajar tentang mengenal Allah dari Jibril, ini kita pemimpin bukan, bos bukan, punya pasangan juga belum alias menjomblo tapi sudah sok sibuk sampai gak sempat ngaji, gak sempet liqo gak punya waktu belajar agama, apalagi ngaji.. Duuuaarrrr !! yang kaya gini bilang mencintai Allah dan pengen doanya diqobulkan segera, Hello …

Lawan dear, lawan semua kecintaan kita pada dunia, lawan semua yang menjauhkan kita dari Allah, semua orang boleh meninggalkan kita ketika kita mengejar Allah asalkan ada Allah, adalah yang lebih kita butuhkan untuk menjadi segalanya buat kita instead of Allah? adakah yang bisa membuat kita kaya selain Allah yang Maha Kaya, adalah yang mampu memberi kita ampunan selain yang Maha Mengampuni, adakah cinta yang lebih indah dari mencintai Allah, lalu mencintai ibadah ibadah, mencintai Al Quran..

Jika kita ingin menakar seberapa dalam cinta kita pada Allah, coba lihat seberapa cinta kita pada Al Quran, jika masih males ngaji dan tadabur? tahu kan jawabannya seberapa dalam cinta kita pada Allah.. masih juga merasa bahwa kita sudah dekat pada Allah sedang kita masih bisa melihat Al Quran cuma dilihat, gak pengen baca..

Dimana DIA dihati kita? mari belajar MELAWAN semua yang akan menjauhkan kita dari Allah, perang kalau perlu, jihad .. dan matilah dijalanNya, mulai dari sekarang !

-Hijrah Notes-

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s