011. Mencintai Karena Allah

persiapan-pernikahan-islam-memilih-tempat-akad-nikah

Ketika Allah mengirimkan seseorang atas nama takdir untuk bersama sama kita bernaung dalam satu bingkai bernama rumah tangga, ketika Allah hembuskan cinta yang maha dahsyat didalam dada para pencinta yang ridho mencintai karena Allah, dengan cinta bernuansa ikhlas, menyadari sepenuhnya bahwa kita berada dalam koridor cinta yang syahdu karena cinta ini pilihan Allah, bukan pilihan manusia, menikah adalah rencana Allah bukan rencana manusia, mengapa bukan rencana manusia? coba bayangkan betapa banyak mereka yang berharap bisa menikah dengan pilihannya tidak terjadi karena Allah tak izinkan, berapa banyak mereka yang tak ingin menikah dengan yang tapi Allah pilihkan baginya maka menikah, cinta ini pemberian Allah…

Mencintai karena Allah artinya menjatuhkan hati kepada ia yang kemudian namanya selalu bersanding dengan kita dalam doa, yang kemudian kita jadi tahu betapa beratnya memeluk rindu agar selalu memencar bak cahaya baik dalam suka dan duka, cinta yang kadang layu oleh keadaan tidak boleh padam karena kita bertanggun jawab untuk terus bersamanya dan ketika Allah tanya sudah seberapa mampu kita menjaga cinta titipanNya, yang kepadaNya kita berjanji untuk bertanggung jawab atas dunia dan akhiratnya..

Kita ikhlas dengan sifat-sifat pasangan kita, yang kelebihannya kita syukuri, yang kekurangannya kita sampaikan lewat usapan hangat diatas diwajahnya supaya nasihat kita tidak menjadi duri di hatinya. Kita ikhlas dengan keadaan rumah tangga kita, dengan lapang sempitnya, suka dukanya, tawa tangisnya, kita ikhlas, dan selalu berupaya untuk ikhlas, jangan pernah terlintas untuk menyerah karena cinta ini harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak..

Untuk kamu yang saya cintai karena Allah, mari kita kita letakkan segala keangkuhan dan tundukan segala egoisme kita, karena sejak kita berjanji dihadapan Allah dan para malaikat menjadi saksi, sejak itu tidak ada lagi kata “Aku” dan “Kamu” tapi KITA, yang Allah satukan dalam janji suci.

Dan ini catatan malam saat menunggumu terlelap, sejak aku menjadi istrimu, aku tidak tidur sebelum kamu tertidur, dan terbangun sebelum kamu terbangun, melihatmu terlelap nyenyak, tersenyum bahagia, dan lahap memakan masakanku adalah surga bagiku. Mencintai dan mengurusmu adalah JIHAD ku sebagai istri …

-Hijrah Notes-

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s