009. Don’t Give Up

jalan-yang-lurus

Di tiap masalah, kita tak hanya harus melihat “apa yang terjadi”, melainkan memperhatikan “Siapa yang Menetapkan dan Mengaturnya”sehingga kita mampu memaknai “mengapa” dan harus bersikap “bagaimana” lalu berpikir apa yang bisa kita ambil dari masalah ini sehingga mendatangkan ridhaNya. Tugas kita dalam hidup adalah menyetir hati agar tetap di jalan lurus menujuNya, karena itulah kita berulangkali mohon ditunjukkan jalan yang lurus itu di setiap raka’at shalat kita, “Ihdinash shirathal mustaqim.” Jalan itu jalan hijrah, jalannya para suhadah. Jalan yang tidak mudah

Iya, semua itu melelahkan jasad kita, tapi mencahayai ruh; memayahkan badan kita, tapi menyucikan jiwa; memenatkan tubuh kita, tapi menghidupkan hati. Sebab kita tahu semua milikNya dan akan kembali padaNya, termasuk napas kita akan dikembalikan. Tidak mengapa lelah fisik, kurang tidur karena tahajud, lemah tubuh karena puasa, menyisihkan harta ditengah kesempitan kita sendiri, berkeringat hebat karena panasnya mengenakan jilbab panjang dan berkaos kaki, bahkan harus berpanas telinga ketika hinaan datang saat tak semua orang suka dengan jalan yang kita tempuh, bahkan mereka keraskan hati untuk terus menganggap kita sehina masa lalu, tak mengapa, cara Allah mencintai kita kadang lewat hinaan, agar kita tak perlu bersusah payah mendapatkan pahala, cukup dari transferan pahalanya untuk kita, Maha Baik Allah

Dan selalu ingat bahwa Allah ada di setiap kejadian, Allah melihat, mencatat dengan rapi sekecil apapun upaya kita, sependek apapun langkah kita, kian kita merasa lemah di hadapanNya Yang Maha Kuat, maka Dia yang akan menguatkan kita. Kian kita merasa hina di hadapanNya Yang Maha Luhur, maka Dia yang akan mengangkat derajat kita. Kian kita merasa faqir di hadapanNya Yang Maha Kaya, maka Dia yang akan mencukupi kita.

Luruskan niat, perjalanan ini untuk Allah…

Semoga Allah selalu memberikan kita ilmu dari setiap tetasan airmata yang kita tumpahkan untukNya, dari setiap duri yang membolongi kaki saat harus berjalan dijalan hijrah, dunia memang melelahkan tapi ingatlah syurga itu sangat indah dan disanalah kita akan menetap abadi bersama orang orang yang Allah kirim untuk menemani kita berhijrah, jangan berhenti, jangan lelah, ujian ini tak pernah sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan setelah napas kita berhenti, and again DONT Give Up dan NEVER turn around, ada ALLAH… irhamnna ya Allah

-Hijrah Notes-

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s