006. Berujung Ikhlas

ikhlas.jpg

Hidup ini berat yah sis” bisik lirih seorang perempuan di sebelah saya, yang saya tahu persis bagaimana dia membetulkan dirinya setelah perjalanan panjang yang melelahkan menjadi perempuan metropolis lalu menjadi menjadi selebriti, kemudian Allah memilihnya menjadi satu perempuan yang berada di rel hijrah, pakaiannya berubah, dengan aurat tertutup rapat tak seperti dulu lagi, ia kini bergamis, jikapun mengenakan kemeja panjang bisa dipastikan menutup melewati pinggulnya, tak pernah lagi ia mengenakan celana panjang yang menyerupai laki laki… ah indahnya ketika saya melihatnya betul betul seperti melihat perhiasan dunia.

Hijrah berat ya sis” kembali diulanginya betapa berat berada di rel hijrah, karena masa lalu nya telah menjadi stempel di keningnya, meski saya tahu persis semua yang dibicarakan orang tentang dia tak semuanya benar, saya tahu persis bagaimana dia menjadi pergaulannya meski berada di dunia hedon, saya tahu persis bagaimana dia membawa diri meski begitu banyak orang yang memujanya, dan saya juga tahu bagaimana dia meninggalkan dunia hedon yang telah membesarkan namannya, ia tinggalkan semua pergaulan yang menjauhkannya dari Allah lalu memilih teman teman baru yang mendekatkan nya dari Allah, namun dunia ini panggung sandiwaran, dimana kita adalah tontonan bagi manusia lain, seberapapun kita berusaha menjadi baik tetap saja ada orang yang tidak suka dan menghujat kita bahwa hijrah ini pura pura, sementara.. ah seandainya semua orang mau melihat betapa berat langkahnya menuju ke level ini..

Hijrah memang bukan jalan yang mudah, karena yang kita tuju adalah Allah, yang kita tuju adalah tempat kepulangan terindah dan ternyaman, jika jalannya mudah mungkin semua orang sudah melakukannya, namun karena jalannya terjal menanjak tanpa jeda turun, maka lelah itu pasti.. belum lagi ditengah jalan dilempar kotoran oleh orang orang yang tidak suka kita berada dijalan ini.. terus gimana dong agar tetap meneruskan jalan, IKHLAS adalah kuncinya karena tanpa ikhlas semua menjadi berat, ikhlas karena ALLAH, karena Allah yang memanggil kita kembali kini dan nanti…

Bayangkan saja cintaNya, gantungkan saja semua padaNya, Ikhlaskan saja, tetap berucap  Alhamdulillah pada keadaan apapun, buat Allah semakin mencintai kita karena kita tak mengeluh, karena kita bersandar padaNya, karena kita tercipta hanya untukNya…

-Hijrah Notes-

Advertisements

Author: Rindu Istiqomah

Hidup adalah Perjalanan Menuju Mati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s