014. Bahagia…

nice-sunset

Suatu hari lelaki pemilik mata teduh bertanya pada saya “Bu, apa yang membuat Ibu bahagia?” pertanyaan yang sangat sederhana tapi tidak sederhana bagi saya saat itu, maka saya menjawab dengan rentetan celoteh saya tentang konsep bahagia, semua yang ada dikepala saya saya keluarkan, panjang lebar, tinggi rendah, dan mulut saya tak berhenti bicara bahwa bahagia harus karena ini dan itu, harus ada ini dan ada itu, harus punya ini dan punya itu, dan dia dengan sabar mewakafkan telinganya untuk sekedar mendengarkan celoteh istrinya yang bak kembang api satu dus terbakar terus saja meledak ledak hingga saya kecapean dan perut terasa keroncongan… “Udah ya bu?” katanya mengakhiri pertanyaannya tentang konsep bahagia, dan menutup dengan senyum termanis miliknya di senja itu, dia selalu begitu, sabar dan tak pernah mendebat apapun yang saya luncurkan dari mulut mungil saya, selalu..

Dan malam tadi, saat lelaki pemilik mata teduh ini tidak ada disamping saya pas pada saat dia milad, saya baru sadar, bahwa jawaban saya tentang apa itu bahagia yang panjang lebar itu ternyata salah, karena bahagia saya ternyata adalah dia, saat dia ada disamping saya, saat saya bisa meletakan kepala saya di bahunya meski tanpa satu patah kata, saat tangannya merauh wajah saya lalu mendaratkan kecupan kecil dikening saya saat kami hendak berpisah, saat tangat lembutnya mengusap airmata saya jika saya merasa lelah dengan rententan cobaan, saat dia dengan sabar menunggu saya makan, berceloteh, atau saat saya nyasar ketika menyetir, ahhh … ternyata bahagia adalah saat bersama orang yang tulus mencintai, seperti kamu padaku, semelegakan itu, sebahagia itu..

Happy Milad Ayah .. Barakallahu fii umrik, semoga Allah menjaga kita, menjaga cinta kita. Teruslah berdakwah, teruslah bermanfaat di sisa umur yang kita tak pernah tahu kapan napas akan berhenti, terima kasih sudah menyeret saya untuk hijrah, kita berdua tahu ini tak mudah, tapi bahagia itu selalu ada, meski luka, meski terjal, kamu adalah bahagia buat saya..

Terima kasih ya Rabb, sudah mengirinkan bahagia ini, mengirimkan lelaki pemilik mata teduh dan terima kasih atas ribuan senja yang sudah kita lewati..

-Hijrah Notes-

013. Hidup …

30ade6025e79e62ba8d01eab9efa01ab

Hidup ini tidak selalu mudah, bahkan lebih banyak sulitnya karena Allah memang tidak memberikan semua yang saya mau, agar saya sadar untuk selalu bergantung padaNya, selalu berharap padaNya, agar selalu mencintaiNya dengan kesadaran penuh bahwa ketika Allah mencintai saya maka hidup akan jauh lebih mudah, karena kekasih hanya akan membahagiakan kekasih, apalagi kekasih itu Allah yang MAHA memiliki segalanya, nothing impossible and impossible is nothing for Allah, sebab bergantung itu menenangkan. Dan hanya akan semakin menenangkan ketika kita bergantung pada yang jauh lebih kuat daripada kita. Bahkan lebih kuat dari apapun dan siapapun.

Hidup memang penuh teka-teki, supaya saya selalu berhati-hati dan selalu meminta petunjuk pada yang MAHA memiliki jalan yang lurus, kadang saya salah arah, kadang saya kesasar dan tak tahu arah jalan pulang, kadang saya masuk hutan tanpa tahu harus kemana maka saya meminta pada ALLAH untuk selalu menunjukan jalan yang lurus karena pada hakekatnya hidup ini teka teki, misteri yang hanya Allah yang tahu, karena saya tidak tahu maka saya meminta pada yang Maha Tahu, sebab meminta dengan penuh kejujuran dan harapan itu tak ubahnya perbincangan yang menghibur. Dan akan semakin menghibur ketika kita sadar tuk sering berbincang pada yang tak bosan mendengar, bahkan justru senang bila kita terus-menerus bercerita, lalu meminta.

Bergantung pada-Nya dan berdoalah agar kita selalu mampu melakukan yang harus kita lakukan didunia yang kadang sempit ini, didunia yang kadang membuat kita kesasar tak tahu jalan pulang, misteri hidup yang sering membuat kita terkejut kejut dengan berbagai kejadian yang tak kita harapkan terjadi atas nama takdir maka berharap pada-Nya adalah cahaya yang menunjukan jalan pulang di tengah hutan, sebab mencintaiNya adalah bahagia, sebab berharap padanya adalah kekuatan untuk hidup. Dan kuatkan saya dengan keyakinan yang penuh kesungguhan.

Kita manusia pelaut, dan kita bisa mengendalikan kapal kita. Tetapi DIA lah yang memilki samudera, DIA yang menggenggam angin yang menguasai gelombang.

-Hijrah Notes-

012. Melawan…

khazanah-memerangi-hawa-nafsu-388-l

Dunia nyaris menenggelamkan kita, etika mati, akidah dikebiri, tauhid terjajah, teknologi membutakan kita, cinta yang serba sruduk ala sinetron telah membuat kita terkungkung dalam hidup yang jauh dari Allah, iya dunia telah menjauhkan kita dari Allah, percaya atau tidak bahwa dunia semakin menjauhkan dari Allah, kita telah penuh dengan toleransi pada dunia bahwa kita harus hidup di zaman yang kita tak boleh ketinggalan, bahwa boleh lah sedikit sedikit ngulur waktu shalat atau gak ngaji, kan Allah juga tahu kalau kita sibuk, hello … !! ini dunia punya kita atau punya Allah, bisa kah kita hidup didunia ini tanpa Allah, bisakah?

Allah kasih kita 168 jam seminggu, jika menghitung harian terlalu berat, masa sih kita gak bisa belajar agama selama 2 jam di weekend kalau sehari hari kita sibuk, tidak bisakah kita belajar tajwid memperbaiki bacaan agar Allah bangga telah menciptakan kita, tidak bisa kah kita dalam waktu 168 jam ini bermuhasabah, puasa seminggu dua kali, senin kamis, bayangkan Rasul yang begitu sibuknya memimpin negara, memimpin umat, punya istri 9 orang dan Beliau masih belajar tentang mengenal Allah dari Jibril, ini kita pemimpin bukan, bos bukan, punya pasangan juga belum alias menjomblo tapi sudah sok sibuk sampai gak sempat ngaji, gak sempet liqo gak punya waktu belajar agama, apalagi ngaji.. Duuuaarrrr !! yang kaya gini bilang mencintai Allah dan pengen doanya diqobulkan segera, Hello …

Lawan dear, lawan semua kecintaan kita pada dunia, lawan semua yang menjauhkan kita dari Allah, semua orang boleh meninggalkan kita ketika kita mengejar Allah asalkan ada Allah, adalah yang lebih kita butuhkan untuk menjadi segalanya buat kita instead of Allah? adakah yang bisa membuat kita kaya selain Allah yang Maha Kaya, adalah yang mampu memberi kita ampunan selain yang Maha Mengampuni, adakah cinta yang lebih indah dari mencintai Allah, lalu mencintai ibadah ibadah, mencintai Al Quran..

Jika kita ingin menakar seberapa dalam cinta kita pada Allah, coba lihat seberapa cinta kita pada Al Quran, jika masih males ngaji dan tadabur? tahu kan jawabannya seberapa dalam cinta kita pada Allah.. masih juga merasa bahwa kita sudah dekat pada Allah sedang kita masih bisa melihat Al Quran cuma dilihat, gak pengen baca..

Dimana DIA dihati kita? mari belajar MELAWAN semua yang akan menjauhkan kita dari Allah, perang kalau perlu, jihad .. dan matilah dijalanNya, mulai dari sekarang !

-Hijrah Notes-

011. Mencintai Karena Allah

persiapan-pernikahan-islam-memilih-tempat-akad-nikah

Ketika Allah mengirimkan seseorang atas nama takdir untuk bersama sama kita bernaung dalam satu bingkai bernama rumah tangga, ketika Allah hembuskan cinta yang maha dahsyat didalam dada para pencinta yang ridho mencintai karena Allah, dengan cinta bernuansa ikhlas, menyadari sepenuhnya bahwa kita berada dalam koridor cinta yang syahdu karena cinta ini pilihan Allah, bukan pilihan manusia, menikah adalah rencana Allah bukan rencana manusia, mengapa bukan rencana manusia? coba bayangkan betapa banyak mereka yang berharap bisa menikah dengan pilihannya tidak terjadi karena Allah tak izinkan, berapa banyak mereka yang tak ingin menikah dengan yang tapi Allah pilihkan baginya maka menikah, cinta ini pemberian Allah…

Mencintai karena Allah artinya menjatuhkan hati kepada ia yang kemudian namanya selalu bersanding dengan kita dalam doa, yang kemudian kita jadi tahu betapa beratnya memeluk rindu agar selalu memencar bak cahaya baik dalam suka dan duka, cinta yang kadang layu oleh keadaan tidak boleh padam karena kita bertanggun jawab untuk terus bersamanya dan ketika Allah tanya sudah seberapa mampu kita menjaga cinta titipanNya, yang kepadaNya kita berjanji untuk bertanggung jawab atas dunia dan akhiratnya..

Kita ikhlas dengan sifat-sifat pasangan kita, yang kelebihannya kita syukuri, yang kekurangannya kita sampaikan lewat usapan hangat diatas diwajahnya supaya nasihat kita tidak menjadi duri di hatinya. Kita ikhlas dengan keadaan rumah tangga kita, dengan lapang sempitnya, suka dukanya, tawa tangisnya, kita ikhlas, dan selalu berupaya untuk ikhlas, jangan pernah terlintas untuk menyerah karena cinta ini harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak..

Untuk kamu yang saya cintai karena Allah, mari kita kita letakkan segala keangkuhan dan tundukan segala egoisme kita, karena sejak kita berjanji dihadapan Allah dan para malaikat menjadi saksi, sejak itu tidak ada lagi kata “Aku” dan “Kamu” tapi KITA, yang Allah satukan dalam janji suci.

Dan ini catatan malam saat menunggumu terlelap, sejak aku menjadi istrimu, aku tidak tidur sebelum kamu tertidur, dan terbangun sebelum kamu terbangun, melihatmu terlelap nyenyak, tersenyum bahagia, dan lahap memakan masakanku adalah surga bagiku. Mencintai dan mengurusmu adalah JIHAD ku sebagai istri …

-Hijrah Notes-

009. Don’t Give Up

jalan-yang-lurus

Di tiap masalah, kita tak hanya harus melihat “apa yang terjadi”, melainkan memperhatikan “Siapa yang Menetapkan dan Mengaturnya”sehingga kita mampu memaknai “mengapa” dan harus bersikap “bagaimana” lalu berpikir apa yang bisa kita ambil dari masalah ini sehingga mendatangkan ridhaNya. Tugas kita dalam hidup adalah menyetir hati agar tetap di jalan lurus menujuNya, karena itulah kita berulangkali mohon ditunjukkan jalan yang lurus itu di setiap raka’at shalat kita, “Ihdinash shirathal mustaqim.” Jalan itu jalan hijrah, jalannya para suhadah. Jalan yang tidak mudah

Iya, semua itu melelahkan jasad kita, tapi mencahayai ruh; memayahkan badan kita, tapi menyucikan jiwa; memenatkan tubuh kita, tapi menghidupkan hati. Sebab kita tahu semua milikNya dan akan kembali padaNya, termasuk napas kita akan dikembalikan. Tidak mengapa lelah fisik, kurang tidur karena tahajud, lemah tubuh karena puasa, menyisihkan harta ditengah kesempitan kita sendiri, berkeringat hebat karena panasnya mengenakan jilbab panjang dan berkaos kaki, bahkan harus berpanas telinga ketika hinaan datang saat tak semua orang suka dengan jalan yang kita tempuh, bahkan mereka keraskan hati untuk terus menganggap kita sehina masa lalu, tak mengapa, cara Allah mencintai kita kadang lewat hinaan, agar kita tak perlu bersusah payah mendapatkan pahala, cukup dari transferan pahalanya untuk kita, Maha Baik Allah

Dan selalu ingat bahwa Allah ada di setiap kejadian, Allah melihat, mencatat dengan rapi sekecil apapun upaya kita, sependek apapun langkah kita, kian kita merasa lemah di hadapanNya Yang Maha Kuat, maka Dia yang akan menguatkan kita. Kian kita merasa hina di hadapanNya Yang Maha Luhur, maka Dia yang akan mengangkat derajat kita. Kian kita merasa faqir di hadapanNya Yang Maha Kaya, maka Dia yang akan mencukupi kita.

Luruskan niat, perjalanan ini untuk Allah…

Semoga Allah selalu memberikan kita ilmu dari setiap tetasan airmata yang kita tumpahkan untukNya, dari setiap duri yang membolongi kaki saat harus berjalan dijalan hijrah, dunia memang melelahkan tapi ingatlah syurga itu sangat indah dan disanalah kita akan menetap abadi bersama orang orang yang Allah kirim untuk menemani kita berhijrah, jangan berhenti, jangan lelah, ujian ini tak pernah sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan setelah napas kita berhenti, and again DONT Give Up dan NEVER turn around, ada ALLAH… irhamnna ya Allah

-Hijrah Notes-

008. Me Time..

muslimah1

Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka DIA turunkan baginya bala penyesak dada dan penumpah airmata, agar dapat DIA dengarkan keluh sedunya. Sebab amat indah hati seorang hamba, yang takut tapi rindu, yang harap tapi malu, dan yang mencinta tapi merasa hina di hadapanNya.

Maka himpunlah semua duka dan galau kita, tumpahkan ia dalam sujud yang lama. Dan rasakan kesyahduan ketika kita luangkan waktu untuk diri, dengan mushaf tergenggam jemari, airmata mengaliri pipi, dan Allah hadir akbarNya dalam hati.

Duka hamba sejati, duka sedalam cinta, seperti diqasidahkan Imam Asy Syafi’i dengan merdu merasuk hati: “Pada sabar yang jelita, jalan keluar betapa dekatnya. Siapa merasai pengawasanNya, pasti selamat segalanya.” “Siapa jujur pada Allah takkan digapai bahaya. Dan siapa ber-asa padaNya, dia dapati Allah sesuai harapnya…

Semoga Allah menguatkan semua yang sedang diujiNya dibalasnya dengan kenikmatan dunia dan akhirat diujung napas…

@salimafillah

-Hijrah Notes-

007. Air

air.jpg

Kata orang bijak hidup ini harus seperti air, berjalan saja mengikuti arus , ketika ada batu besar dia mencari celah agar bisa dilalui dan meneruskan perjalanan, ketika ada batu kerikil dia mulus berjalan diatasnya, bening, indah, menimbulkan suara gemericik saat batu kecil harus dilalui, saat harus terjun dari ketinggian dia akan menimbulkan deburan yang sangat indah meski hempasannya amat keras tetap saja indah, karena ia IKHLAS, ikhlas atas segala keadaan yang penting baginya ia tahu tujuannya yaitu menuju samudera luas, menuju lautan dan tenang didalam lautan sana…

Beginilah hidup, mengalirlah, karena jika air tidak mengalir karena ia keruh, akan bau, akan membusuk, akan menghitam, dan membuat semua orang menjauhinya, hidup nya tak hanya dijauhi tapi juga tidak bermanfaat sama sekali, tak bisa diminum, tak bisa memberikan keindahan karena tak memiliki gemericik, tak memiliki bening, tak memilki kehidupan, seberapapun sulitnya bergeraklah, hiduplah dan jangan mati sebelum mati, carilah celah agar bisa mengalir, ketuklah batu dengan titik titik airmu hingga berlubang jika batu yang kamu temui…

Air tidak pernah mengalir melawan arus seperti manusia yang tak semestinya melawan jalur yang Allah tetapkan bahkan airmata pun indah, karena jika kita tak mampu menangis bayangkan penatnya didada, tak terbayang oleh saya yang cengeng ini ketika suatu hari tidak bisa lagi menangis, tidak bisa lagi meringankan beban di dada karena tertahan arus tangis..

Like a Water, I Will Always Flowing … 

Meski batu besar harus saya hadapi, meski jalan sempit harus saya lalui, meski harus terjun ke bawah dengan hempasan yang amat keras, saya akan terus mengalir..

-Hijrah Notes-