002. Beranilah..

Hijrah 1

Hijrah memang bukanlah perjalanan biasa, meski tetap saja disebut perjalanan, karena hijrah adalah meninggalkan semua yang tak tak disukai Allah menuju semua yang disukai Allah dan kita paham betul bahwa semua yang disukai Allah pasti jalannya menanjak, karena surga bukan milik mereka yang rendah, bukan milik mereka yang berada dibawah, hijrah adalah perjalanan menanjak yang tidak pernah turun, pasti melelahkan, menyakitkan, mungkin membosankan, tapi tujuan hidup kita bukan untuk menetap didunia tapi menetap di akhirat, abadi, gak bisa balik lagi…

Mengapa menempuh jalan hijrah yang rumit ini? mengapa tak memilik jalan yang lurus lurus saja yang gak pake nanjak? bisa, boleh boleh saja tapi hidup bukan untuk menetapi didunia, dan bisa dipastikan air yang tak mengalir itu akan keruh, mau seberapa keruh kita menjalani hidup yang itu itu saja, yang berkubang dengan dosa yang keruh, bisa napas gak kira kira? kalau bisa napas silahkan .. lalu mati dalam kubangan, bukan menjadi air yang keruh yang terus mengalir, ah !! saya tak sanggup membayangkan harus hidup dalam kubangan…

Sekali lagi karena hidup ini adalah perjalanan menuju mati, maka penuhi bekal di hati, yang akan menerangi kita dalam gelap, yang akan menemani kita dalam kesendirian, yang akan bersama kita menunggu hari pembalasan, yang saat semua pergi meninggalkan makam kita, ada di dia yang kita sebut amalan kita yang akan menemani kita.

Selamat Hijrah dan jangan pernah Berhenti, BERANILAH ..

-Hijrah Notes-

Advertisements

001. Dan Bila …

This is the excerpt for your very first post.

kematian2

Akan datang masa dimana paru paru kita berhenti menyerap oksigen, dan jantung berhenti berdetak, dan napas berhenti berhembus

Akan datang masa dimana semua orang tertegun tak percaya bahwa hari itu mereka harus berpisah dengan kita karena ALLAH memanggil kita pulang

Akan datang masa semua yang mengenal kita meninggalkan semua kesibukannya untuk menghadiri pemakaman kita

Akan datang masa nama kita disebut dari surau dan masjid dekat rumah kita “Innallillahi wa inna illahi rajiun, telah berpulang ke rahmatullah Fulan bin Fulan, mari kita doakan semoga arwarhnya diterima disisi Allah” dan kita menjadi pengingat bahwa semua yang hidup akan mati

Akan datang masa, setiap orang suka tidak suka harus melepaskan kita pergi, ada yang menangis kehilangan, ada yang lega karena kita tidak ada karena mungkin kita pernah melukai hatinya hingga tiada maaf meski napas kita telah berhenti

Dan bila hari itu tiba, saya ingin suami saya adalah orang yang memandikan saya, menggotong keranda saya menuju pemakaman, turun ke dalam liang lahat saya lalu membukakan kain kafan pada bagian wajah saya untuk mencium bumi, seperti saya selalu menciumnya sebelum tidur, dan saya ingin dia yang mengaji di makam saya lalu menjadi orang terakhir yang meninggalkan tanah merah agar kami bisa bercengkrama untuk kali terakhir

Dan bila masa itu tidak, saya ingin ALLAH telah mengampuni dosa dosa saya, dan telah saya dapatkan maaf dari orang orang yang pernah saya lukai, dan saya telah membayar tunai semua hutang dan kewajiban saya, dan yang pasti saya telah mendapatkan ridho dari suami saya, sebagai ticket saya ke syurga

-Hijrah Notes-